LombokPost-Pemerintah NTB melalui Dinas Perindustrian (Disperin) berkomitmen mendukung pelestarian tenun melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satunya dengan melakukan monitoring dan pembinaan industri tenun di Desa Darek, Lombok Tengah.
”Monitoring dan pembinaan industri tenun ini merupakan komitmen untuk melestarikan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti.
Dijelaskannya, monitoring dan pembinaan ini merupakan bagian dari program koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pemberdayaan industri, serta peran serta masyarakat.
Program tersebut fokus pada pengembangan industri kriya, termasuk kerajinan anyaman dan tenun.
”Tim fungsional pembina industri dari Dinas Perindustrian melakukan kunjungan lapangan untuk memantau pemanfaatan alat bantuan tenun yang sebelumnya disalurkan oleh Dekranasda NTB,” sambungnya.
Pada awal Januari 2025, Dekranasda dan Disperin NTB telah menyerahkan lima unit alat tenun.
Alat tersebut diserahkan pada 10 perajin tenun yang ada di Desa Darek, Lombok Tengah.
”Saat kunjungan, tim kami diterima langsung Kepala Desa Darek, didampingi pendamping kelompok tenun,” bebernya.
Dirinya berharap, kegiatan monitoring dan pembinaan yang dilakukan dapat membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perajin tenun di desa tersebut. Termasuk promosi dan pemasaran produk tenun ke pasar yang lebih luas.
”Kami terus berkomitmen mendukung pengembangan industri tenun yang ada di NTB,” tandas ketua harian Dekranasda NTB ini.
Pendamping Kelompok Tenun Akhmad Akhirudin berterima kasih atas kunjungan sekaligus pembinaan dari Disperin NTB.
Termasuk pemberian bantuan yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para perajin.
”Terima kasih atas perhatiannya terhadap kesejahteraan para perajin tenun di daerah kami,” ucapnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida