LombokPost-Layanan jasa ojek online (ojol) baru hadir di Mataram.
Namanya Zendo, sebuah perusahaan ojol yang bernaung pada ormas keagamaan Muhammadiyah.
Memberikan pelayanan dengan harga murah dan ramah.
“Zendo merupakan layanan jasa on demand yang bisa melayani apa saja, kecuali nagih utang dan nyari jodoh,” ujar Founder sekaligus CEO Zendo Lutfy Azizah.
Dikatakannya, Zendo melayani berbagai hal yang menjadi kebutuhan konsumen.
Mulai dari belanja makanan, keperluan dapur, pick up barang, cleaning service, kebutuhan darurat, dan lainnya. Caranya mudah, cukup pesan melalui aplikasi WhatsApp.
“Motor mogok, kehabisan bensin, AC di rumah rusak, kami bisa melayani, sesuai kebutuhan konsumen,” sambungnya.
Dibeberkan Lutfy, Zendo tercipta berawal dari pengalaman dirinya saat menjadi guru honorer.
Pada saat itu, ada orang yang minta tolong mengantarkan anaknya kemudian berbelanja.
Dari situ akhirnya perempuan asal Tulungagung itu memutuskan untuk menjadi tukang ojek online.
“Akhirnya saya berpikir untuk membuat brand Zendo ini, jadi inspirasinya dari kebutuhan orang,” bebernya.
Zendo memiliki website dan aplikasinya sendiri. Aplikasi Zendo dapat pelanggan akses di Play Store.
Sedangkan websitenya dapat diakses di zendo.id. Di dalam website tersebut telah diatur agar terhubung langsung dengan WhatsApp admin.
Tiap daerah di NTB nantinya akan memiliki admin masing-masing. Sehingga konsumen bisa langsung menghubungi via WhatsApp untuk apa saja yang menjadi kebutuhannya.
“Misalkan pengen belanja apa di pasar, tinggal diketik, jadi mudah banget tanpa registrasi,” terangnya.
Ada banyak kemudahan yang bisa didapatkan konsumen di Zendo.
Di antaranya, harga barang tidak dinaikkan atau sesuai sesuai di lapangan.
Kemudian, Zendo bermitra dengan siapa pun. Artinya, seller tidak harus mendaftarkan diri ke Zendo agar usahanya dilayani.
“Ada penjual nasi pecel di suatu jalan, sudah tua tidak bisa pakai handphone, tinggal bilang saja, pasti langsung dibelikan,” jelasnya.
Selanjutnya, Zendo bisa melayani banyak hal dalam waktu bersamaan. Konsumen hanya tinggal menambah ongkos kirimnya saja.
“Kelebihannya, karena melayani apa saja dan di mana saja, jadi otomatis kita mengoptimalisasi. Jadi driver ada keterampilannya apa, misalkan bisa servis AC, jadi kita bisa manfaatkan kemampuannya untuk membantu konsumen yang membutuhkan itu,” terangnya.
Selain untuk konsumen, Zendo juga memiliki banyak keuntungan bagi driver.
Zendo dikatakan sangat berpihak pada driver dengan tidak memberikan potongan besar.
Sistemnya bagi hasil antara 20-25 persen. Pihaknya juga tidak memandang background pendidikan, yang penting memiliki sifat yang bagus dan mau belajar.
Baca Juga: IKAL Lemhannas 57 Gelar Silaturahmi di Lombok
Direktur Zendo di NTB Muhammad Khadafi mengatakan, Zendo merupakan inisiasi dari para alumni Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam.
“Zendo menjadi project pertama kami,” ujar pria yang juga Penanggung Jawab Jaringan Bisnis Alumni Assalaam ini.
Zendo mengedepankan kecepatan layanan, keamanan, dan harga yang bersahabat untuk menjangkau berbagai lapisan pengguna masyarakat.
Artinya, value layanan menjadi hal utama lantaran pihaknya ingin memberikan manfaat sebanyak mungkin.
“Jadi kita memberikan manfaat untuk orang banyak,” katanya.
Pihaknya juga tidak asal menggaet driver. Para driver yang direkrut harus memiliki kualitas dan integritas yang bagus.
“Buat banyak driver tapi konsumen tidak puas, jadi kita benar-benar memilih driver yang benar-benar memiliki kualitas dan integritas,” pungkasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida