Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Pesanan, Kue Kering Samilaris Laku Hingga Ratusan Toples

nur cahaya • Jumat, 21 Maret 2025 | 12:48 WIB

 

PAKET HAMPERS: Owner Samilaris Ida Ayu Nyoman Sri Utami menunjukkan hampers kue kering di tokonya, di Cakranegara, Mataram, Selasa (18/3).
PAKET HAMPERS: Owner Samilaris Ida Ayu Nyoman Sri Utami menunjukkan hampers kue kering di tokonya, di Cakranegara, Mataram, Selasa (18/3).
 

 

LombokPost-NAMANYA Ida Ayu Nyoman Sri Utami, atau biasa disapa Dayu. Perempuan 34 tahun ini merintis usaha aneka kue sejak 2012 lalu. Dirinya hobi membuat aneka kue. Saat itu, dia bekerja sebagai salah satu staf di hotel berbintang di Kota Mataram.

Dayu berjualan aneka kue tersebut sebagai kegiatan sampingan, di sela-sela kegiatannya sebagai pekerja perhotelan. “Saya memang hobi bikin aneka kue,” ujarnya, Selasa (18/3).

Setelah resign dari tempatnya bekerja, Dayu memutuskan untuk lebih serius mengelola usaha kue miliknya. Usaha kuenya itu dinamai Dayu “Samilaris”.

Saat ini, dirinya sedang persiapan menata tokonya agar bisa segera grand opening. Meski belum grand opening, namun produksi kue kering di sana sudah berlangsung.

Di momen Ramadan tahun ini, Dayu lebih sibuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu lantaran, ada dua hari raya yang berlangsung dalam waktu hampir bersamaan. Yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1446 H.

Dirinya sudah mulai melakukan produksi kue kering sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00-17.00 Wita. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembuatan hampers untuk Lebaran dan Nyepi. Pesanan hampers yang masuk sudah mencapai ratusan pieces. “Ada yang pesan 100 hampers, ada yang lebih dari itu,” sambungnya.

Hampers kue kering yang disediakan ada dua jenis, yakni kemasan kotak mika dan tas cantik. Tiap jenis kemasan terdapat pilihan isi 2-4 toples ukuran 500-600 ml. Untuk harganya, kemasan kotak mika mulai dari Rp 185-365 ribu. Sedangkan tas cantik mulai dari Rp 215-395 ribu. “Bisa dipilih sesuai selera, tapi nanti harganya kita hitung ulang, karena tiap kue kering beda-beda harganya,” jelasnya.

Aneka kue kering yang disediakan saat ini sebanyak 12 jenis.Di antaranya, nastar, kastangel, thumbprint cheese nutella, lidah kucing original dan nutella, sagu keju, choco crunchy, almond cookies vanilla, putri saju mete keju, palm cheese, choco butte bites, dan lainnya. Varian best seller di antaranya, nastar, lidah kucing nuttela, dan sagu keju. “Target kita di atas 1.000 toples karena ada dua momen besar, Nyepi dan Lebaran hampir berbarengan. Sekarang sudah keep order 500 lebih toples kue kering, itu termasuk eceran, hingga hampers,” bebernya.

Memasuki pekan ketiga Ramadan, Dayu mengatakan pihaknya mulai memproduksi kue basah. Seperti kue brownis, lapis legit, dan lainnya. Sebab pada momen Lebaran maupun Nyepi konsumen tidak hanya menginginkan hampers kue kering, tapi juga kue basah.

Lebih lanjut, Dayu mengakui tahun ini produksi lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk produksi tersebut dirinya dibantu oleh empat pekerja. Sedangkan untuk hampers, pemasangan pita hingga labeling dikerjakannya sendiri. “Sertifikasi halalnya disurvei MUI, dan sekarang kita tinggal menunggu nomornya dikeluarkan saja, tapi kami berani jamin produk Samilaris sudah halal,” jelasnya.

Produk kue kering Samilaris ini sudah dikirimkan ke Sumbawa, Bali, dan Jakarta. Namun untuk pengiriman ke luar daerah, Dayu mengaku agak riskan untuk produk kue kering. Hal itu lantaran kue kering merupakan produk rapuh yang mudah hancur. Sebab itu dirinya melakukan pengiriman melalui ekspedisi yang dapat meminimalisir dampak tersebut. “Kalau pemesanan ada dari Aceh, untuk teman atau kerabat di Lombok, tapi untuk pengiriman ke luar baru Sumbawa, Bali dan Jakarta karena agak riskan,” jelasnya.

“Omzet dari kue kering ini sekitar di atas 50 juta per bulan,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#lebaran #produk #pemesanan #hampers #Nyepi #usaha #ekspedisi #kue #kemasan