Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramai-ramai Ikut Edukasi Keuangan Syariah

nur cahaya • Selasa, 8 April 2025 | 22:35 WIB

 

EDUKASI: Pengurus dan anggota TP PKK di Kabupaten Lombok Barat usai mengikuti edukasi literasi keuangan syariah yang digelar OJK, beberapa waktu lalu.
EDUKASI: Pengurus dan anggota TP PKK di Kabupaten Lombok Barat usai mengikuti edukasi literasi keuangan syariah yang digelar OJK, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen semakin meningkatkan akses keuangan syariah di NTB. Salah satunya melalui edukasi keuangan syariah pada berbagai kalangan masyarakat. “Kinerja industri jasa keuangan syariah terus memperlihatkan peningkatan,” ujar Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo.

Dalam meningkatkan akses keuangan syariah di NTB, OJK menggelar edukasi yang melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu upaya edukasi yang digelar OJK NTB belum lama ini adalah Gebyar Ramadan Keuangan (Gerak) Syariah. “Gerak Syariah merupakan kampanye rutin keuangan syariah sepanjang bulan Ramadan untuk meningkatkan kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang masif dan merata,” jelasnya.

Dalam program Gerak Syariah di NTB, OJK menyelenggarakan delapan kegiatan edukasi keuangan syariah. Kegiatan ini diikuti 850 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Delapan kegiatan edukasi tersebut di antaranya, sosialisasi bahaya judol dan edukasi keuangan syariah pada KKN Universitas Hamzanwadi Pancor di Desa Golong. Lalu kegiatan edukasi keuangan syariah kepada Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB.

Selanjutnya, edukasi keuangan syariah kepada pemadam kebakaran dan pelaku UMKM Kota Mataram. Ada pula talk show edukasi keuangan edisi Ramadan bersama TVRI NTB. Edukasi keuangan syariah di Pondok Pesantren Al Istiqomah Kabupaten Lombok Utara.

Tak ketinggalan edukasi literasi keuangan syariah pada pengurus dan anggota TP PKK di Kabupaten Lombok Barat. Edukasi keuangan syariah di Pondok Pesantren Al-Amin Kediri Kabupaten Lombok Barat. Juga edukasi keuangan syariah kepada yatim piatu dan duafa Yayasan Asuhan Keluarga Darul Fakhur Dasan Sari, Kota Mataram.

Photo
Photo

“Selain itu dilaksanakan tujuh kegiatan sosial yang manfaatnya diterima oleh 2.000 orang. Dengan demikian diharapkan dapat memperluas syiar literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB,” kata Rudi.

Lebih lanjut dikatakannya, peningkatan inklusi keuangan syariah secara cepat dan merata sangat penting. Dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tingkat inklusi keuangan syariah 2024 sebesar 12,88 persen. Sementara tingkat literasi keuangan syariah mencapai 39,11 persen.

Per Januari 2025, OJK mencatat kinerja industri jasa keuangan syariah terus meningkat. Secara nasional, total aset industri keuangan syariah meningkat 10,35 persen year on year (yoy) menjadi Rp 2.860,1 triliun. “Dengan total aset perbankan syariah sebesar Rp 948,2 triliun, pasar modal syariah Rp1.740,2 triliun dan lembaga keuangan non-bank sebesar Rp 171,7 triliun,” bebernya.

Melalui kegiatan Gerak Syariah, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang terliterasi dan terinklusi keuangan syariah hingga ke pelosok. Hal itu dilaksanakan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama dengan pelaku usaha jasa keuangan syariah dan stakeholder lainnya. (fer/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#Edukasi #literasi #Keuangan #perbankan #NTB #inklusi #syariah