LombokPost-Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB berhasil membukukan sejumlah pencapaian pascaberoperasi tiga tahun terakhir. Aset perusahaan tumbuh hampir 35 persen yang saat ini mencapai 1,089 triliun.
"Dulu saat awal penggabungan (dengan BPR se-NTB), aset kami hanya sekitar Rp 750 miliar lebih dan alhamdulillah sekarang bisa tumbuh dengan baik," kata Dirut BPR NTB Ketut Sudharmana di sela-sela perayaan HUT BPR NTB ke 3 yang digelar di Hotel Merumatta, Senggigi, Sabtu (19/4) kemarin.
Penyaluran kredit juga menunjukkan grafik memuaskan dalam kurun waktu yang sama, yaitu dari Rp 600 miliar dari awal penggabungan kini menjadi Rp 898 miliar. Begitu pula dengan laba perusahaan naik menjadi Rp 35 miliar dari Rp 26 miliar di tahun pertama penggabungan.
Namun Sudharmana mengakui, pihaknya juga masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Di antaranya, pembentukan BPR NTB Syariah yang diharapkan bisa resmi beroperasi Agustus mendatang. Kemudian mereka juga masih harus menuntaskan penerapan digitalisasi di operasional perusahaan.
"Nanti malam kami laporkan ke Pak Gubernur jika BPR NTB benar-benar serius ingin menjadi syariah," ujarnya.
Mengenai target bisnis di tahun ini, BPR NTB fokus lebih membidik pasar UMKM, salah satunya bekerja sama dengan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam program subsidi bunga. Dalam lima tahun ke depan, BPR NTB diminta bisa membantu pembiayaan untuk 34 ribu UMKM di Lobar.
"Pemkab Lobar memberikan subsidi bunga senilai Rp 5,5 miliar untuk program ini dan kami harus siapkan anggaran Rp 45 miliar di tahun ini khusus untuk UMKM Lobar," ujarnya.
Program ini sendiri sudah dilaunching bertepatan dengan HUT Lobar pada 17 April lalu kepada 23 UMKM selaku penerima dengan total kredit Rp 350 juta. Nominal pinjaman yang disiapkan di program subsidi bunga mulai Rp 1 juta hingga Rp 25 juta.
Kerja sama serupa juga telah dilaksanakan BPR NTB dengan Pemkab Lombok Utara dan Sumbawa sejak tiga tahun lalu. Kolaborasi terkait pembiayaan untuk UMKM akan terus digenjot BPR NTB bekerja sama dengan sejumlah pemda.
"Kami sudah mengumpulkan lima cabang kami di Lobar untuk meminta keseriusan mereka dan melakukan jemput bola bekerja sama dengan dinas koperasi dan UMKM terkait,"imbaunya.
Di sisi lain, BPR NTB menargetkan di tahun ini bisa meraih laba senilai Rp 38 miliar, penyaluran kredit Rp 1,078 triliun, dan kepemilikan aset Rp 1,2 triliun.
Sudharmana menjelaskan, rangkaian HUT ke 3 diikuti seluruh karyawan BPR NTB yang tersebar di seluruh wilayah di Bumi Gora dengan jumlah 500 orang lebih. Mereka diinapkan di tiga hotel lantaran menyesuaikan kapasitas kamar yang tersedia.
Perayaan hari jadi bank plat merah ini dimulai dengan senam bersama dan jalan santai. Kemudian dilanjutkan bersih-bersih pantai di sekitar Pantai Senggigi Beach diikuti sejumlah permainan seru. Malam harinya digelar gala dinner dengan mengundang Gubernur Lalu Muhammad Iqbal. Di acara ini akan diserahkan hadiah umrah bagi 10 pegawai BPR NTB yang memiliki kinerja terbaik.
Direktur Operasional BPR NTB H Usman menambahkan, pihaknya sejauh ini konsistten menjalankan rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB). BPR NTB juga berhasil melampui target yang telah ditetapkan.
"Target kami meraup laba Rp 34 miliar di 2024 dan berhasil melampui menjadi Rp 35,7 miliar kemudian dikoreksi berdasarkan audit BPK menjadi Rp 35,2 miliar," ujarnya.
Untuk perbaikan di internal perusahaan, Usman mengatakan, pihaknya akan melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara bertahap. Kemudian perbaikan pelayanan di seluruh kantor cabang. Terakhir akan dilakukan perbaikan layout layanan sehingga setiap nasabah yang datang ke kantor BPR NTB akan merasa nyaman. (ida)
Editor : Pujo Nugroho