Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

30 P3KE Lotim Dilatih Kewirausahaan Olahan Makanan

nur cahaya • Sabtu, 26 April 2025 | 10:38 WIB

 

DILATIH KEWIRAUSAHAAN: Sebanyak 30 P3KE yang mengikuti Diklat kewirausahaan bidang keterampilan teknis olahan makanan, di Desa Teko, Lombok Timur, Selasa (22/4).
DILATIH KEWIRAUSAHAAN: Sebanyak 30 P3KE yang mengikuti Diklat kewirausahaan bidang keterampilan teknis olahan makanan, di Desa Teko, Lombok Timur, Selasa (22/4).
 

LombokPost-UPTD Balatkop UKM NTB menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) kewirausahaan bidang keterampilan teknis olahan makanan bagi P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).

Kegiatan tersebut diikuti 30 perempuan P3KE.

Kepala UPTD Balatkop UKM NTB Dikdik Kusnandika mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama empat hari, 22-25 Mei.

Sebanyak 30 peserta kegiatan berasal dari Desa Teko Kecamatan Sandubaya, Lombok Timur.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam mengolah makanan berbasis potensi lokal sebagai bentuk penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya, Kamis (24/4).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak pelaku usaha baru yang memiliki keterampilan dan daya saing.

Diklat ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis.

Tetapi juga pada pembentukan mentalitas wirausaha yang mandiri, tangguh, dan inovatif. “Kami berharap agar para peserta dapat mengembangkan hasil pelatihan menjadi peluang usaha yang nyata dan berkelanjutan,” sambungnya.

Peserta melaksanakan praktik membuat aneka kue. Di antaranya seperti kue nona manis, kue kecipir, kue sus, pisang molen, dan singkong mustafa. Pihaknya berharap setelah diklat ini, mereka menjadi mahir dan cekatan membuat aneka makanan yang menjadi usaha mereka nantinya. “Tentunya dengan usaha itu, mereka dapat meningkatkan ekonomi keluarga mereka,” tandasnya.

Photo
Photo

Kepala Desa Teko Juhdin mengatakan, pelatihan seperti ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat desa. SDM desa memiliki potensi besar namun masih memerlukan pendampingan dalam pengembangan produk olahan.

“Para peserta kami harapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan menciptakan produk unggulan desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, warga Desa Teko sangat antusias mengikuti Diklat tersebut. Hal itu terlihat dari semangat para peserta dalam mengikuti sesi-sesi awal pelatihan.

Selain materi teori, pelatihan ini akan dilengkapi dengan praktik langsung untuk memberikan pengalaman nyata kepada para peserta.

“Sebagai penutup kegiatan nanti, para peserta akan menerima sertifikat pelatihan yang diharapkan menjadi awal dari semangat baru dalam berwirausaha secara mandiri dan produktif,” pungkasnya. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#ukm #Wirausaha #diklat #produk olahan #kemiskinan #NTB