Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UD Niaga Jaya Utara di Lombok Utara Ubah Limbah Jadi Sumber Rupiah

Geumerie Ayu • Kamis, 1 Mei 2025 | 10:05 WIB

SUMBER CUAN: Produk dari limbah yang dihasilkan UD Niaga Jaya Utara, dihadirkan dalam bazar UMKM, belum lama ini.
SUMBER CUAN: Produk dari limbah yang dihasilkan UD Niaga Jaya Utara, dihadirkan dalam bazar UMKM, belum lama ini.
LombokPost- Batang pisang, kain dan karung bekas, koran dan lainnya merupakan limbah yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar.

Limbah tersebut kemudian diolah UD Niaga Jaya Utara yang juga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lombok Utara itu menjadi produk tas, topi, tempat buah, pot, alas gelas, dan banyak lagi.

Owner UD Niaga Jaya Utara Septi mengatakan, ide usaha ini berawal dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Dirinya ingin memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai tersebut menjadi produk baru dan bernilai tinggi.

“Karena ini bagus, dan larinya ke kebersihan, jadi lewat inilah menggerakkan teman-teman,” ujarnya.

Mengajak masyarakat untuk mengolah sampah ini diakuinya harus ada insiatif sendiri terlebih dahulu.

Mereka perlu diberikan contoh pengolahan hingga hasilnya agar mau ikut terjun dalam aktivitas tersebut.

“Memang ini harus ada inisiatif sendiri,” katanya.

Produk olahan sampah yang dihasilkan, kata Septi beragam.

Mulai dari tas yang terbuat dari karung bekas pakan makanan kucing dan celana jeans bekas.

Limbah koran diolah menjadi tempat taruh buah-buahan.

Kemudian batang pisang, dibuat menjadi topi, pot, keranjang buah, alas gelas, alas tempat makanan, dan lainnya.

“Jadi banyak yang bisa kita buat, macam-macam,” ucapnya.

“Ada juga yang dipadukan dari ketak, tapi agak mahal karena bahan bakunya susah, harus dicari di hutan,” imbuhnya.

Produk olahan dari sampah ini ternyata juga dijual sebagai oleh-oleh.

Semua produk UD Niaga Jaya Utama ini sudah dipasarkan di toko oleh-oleh Lombok.

Harga produknya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu per biji. “Anggota kita memang banyak sekarang, bahkan di masing-masing kecamatan ada. Kalau tidak salah ada 150 lebih per desa,” bebernya.

“Kami lewat komunitas mengajak masyarakat, kami ajarkan mereka itu bagaimana mengolah sampah ini menjadi sesuatu yang menghasilkan uang untuk membantu perekonomian rumah tangganya,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#limbah #bernilai tinggi #produk #Perekonomian #usaha #topi #tas #oleh-oleh