LombokPost- Tidak hanya dijadikan arang bakaran, limbah batok kelapa bisa disulap menjadi produk bernilai tinggi. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan Rupiah.
Peluang msnjadikan batok kelapa sebagai produk unggulan ini yang membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Pemenang , Lombok Utara semangat menjadikannya salah satu souvenir yang unik dan menarik.
Kabupaten Lombok Utara terkenal sebagai salah satu penghasil produk batok kelapa terbesar di NTB. Ini tentunya menjadi potensi menguntungkan bagi pelaku usaha batok kelapa.
Terlebih lagi bahan baku utama produk melimpah dan mudah diakses.
“Ini merupakan hasil produksi teman-teman di sentra Pemenang, kebetulan saya korcam-nya,” ujar Warniati.
Warniati mengolah limbah batok kelapa sehingga memiliki nilai tinggi, bukan hanya sebagai bahan bakar saja.
Batok kelapa ini diolah menjadi beragam produk menarik. Mulai dari peralatan rumah tangga hinga aksesoris dan hiasan rumah.
“Seperti mangkok, sendok, garpu, cincin, kalung, tempat tisu, gelas, asbak, lampu hias, hingga jam pun juga bisa dibuat dari batok kelapa,” ucapnya.
Nilai tambahan lainnya, melalui bisnis produk batok kelapa ini, Winarti dan pengusaha UMKM lainnya turut mengurangi limbah komoditas tersebut.
Apalagi Lombok Utara terkenal sebagai sentra kelapa di Lombok. Sangat disayangkan jika limbah yang dihasilkan tidak diolah lebih lanjut.
Diungkapkan Winarti, produk batok kelapa ini banyak peminatnya. Mulai dari masyarakat lokal hingga wisatawan asing.
Masyarakat lokal lebih banyak menyukai produk batok kelapa berupa peralatan rumah tangga.
“Seperti tempat tisu, asbak, dan sejenisnya,” tambahnya.
Sementara wisatawan asing menyukai produk batok kelapa berupa aksesoris, seperti kalung, cincin, hingga gantungan kunci.
Beberapa hotel di Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air), ungkap Winarti, memesan produk gantungan kunci batok kelapa untuk dijadikan souvenir dan oleh-oleh para tamu.
“Aksesoris itu lebih disukai oleh bule-bule ini, contohnya di hotel-hotel, kita ada diminta untuk gantungan kunci,” akunya.
Selain dijadikan souvenir dan oleh-oleh tamu menginap, gantungan kunci batok kelapa juga dijadikan aksesoris kunci kamar hotel.
Harga jualnya di kisaran Rp 15-20 ribu per biji, tergantung model gantungan kunci yang dipesan.
Untuk daftar harga secara keseluruhan produk batok kelapa, bervariasi.
Ada yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pesanan dan tingkat kesulitan pembuatannya. Dan pasar terbesar adalah di Tiga Gili, terutama dari pihak hotel.
“Kami berharap olahan batok kelapa ini semakin banyak dilirik lokal, bukan hanya mancanegara saja, yang lokal juga minatnya harus lebih tinggi,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam