Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serapan Belanja APBD Lombok Tengah Baru 30 Persen

D
Penulis: Dewi❯
Bencingah Agung menjadi salah satu pembangunan yang sedang dipercepat Pemkab Loteng dituntaskan melalui APBD 2026. Saat ini masuk tahapan mempercantik area pertamanan gedung. (Dewi/Lombok Post)
Bencingah Agung menjadi salah satu pembangunan yang sedang dipercepat Pemkab Loteng dituntaskan melalui APBD 2026. Saat ini masuk tahapan mempercantik area pertamanan gedung. (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2026 hingga April masih tergolong rendah. Dari total APBD sebesar Rp 2,48 triliun, anggaran yang telah terealisasi baru sekitar Rp 744 miliar atau 30 persen.

Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah mengatakan, angka itu menjadi catatan penting untuk melakukan evaluasi dan percepatan pada sisa kuartal tahun berjalan. Capaian itu didasarkan pada laporan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta bagian administrasi pembangunan.

Advertisement

Dia menjelaskan, terdapat perbedaan karakteristik antara serapan program operasional dan program kegiatan yang bersifat kontraktual. Program operasional lebih terukur dan terealisasi rutin setiap bulan.

Sedangkan program kontraktual sangat bergantung pada tahapan proses pengadaan barang dan jasa. Serapan fisiknya baru akan terlihat signifikan setelah melewati fase perencanaan dan pengawasan.

Advertisement

“Serapan anggaran ini berbeda antara program operasional yang rutin dengan program kegiatan yang sifatnya kontraktual. Untuk kontraktual, ada tahapan proses pengadaan yang harus dilalui terlebih dahulu,” jelas Nursiah, Minggu (10/5).

Terkait kendala yang menyebabkan serapan belum maksimal, Wabup Nursiah mengidentifikasi beberapa faktor. Di antaranya hambatan dalam proses persiapan, perencanaan, hingga pengawasan teknis sebelum memasuki tahap kontraktual.

Pemkab Loteng berkomitmen terus mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih proaktif. Targetnya, pada evaluasi berikutnya harus ada progres serapan anggaran yang lebih signifikan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi kita untuk terus mendorong dan menegur OPD agar serapan ini dipercepat, sehingga ada progres yang signifikan pada evaluasi berikutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya mengatakan, kondisi rendahnya realisasi fisik dan keuangan pada awal tahun merupakan hal biasa dalam siklus pelaksanaan anggaran daerah.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengunjungi SDN 1 Batujai, Lombok Tengah. Kunjungan ini untuk meninjau program INOVASI

VCO Bongak Padukan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam

VCO Bongak Padukan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam

Aroma khas kelapa menyeruak di ruang produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Dusun Bongak, Desa Tumpak, Lombok Tengah.

Pemkab Loteng Matangkan Mutasi Pejabat

Pemkab Loteng Matangkan Mutasi Pejabat

Sejumlah jabatan struktural yang selama ini kosong, mulai dari eselon III hingga eselon II, ditargetkan segera terisi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer