Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Top! Gili Tramena Sumbang Tamu Hotel Wisatawan Asing Terbanyak di NTB

Geumerie Ayu • Kamis, 8 Mei 2025 | 12:10 WIB

NIKMATI LIBURAN: Salah seorang wisatawan asing berenang di kolam salah satu hotel yang ada di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.
NIKMATI LIBURAN: Salah seorang wisatawan asing berenang di kolam salah satu hotel yang ada di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Jumlah tamu yang menginap di hotel NTB triwulan I 2025 mengalami peningkatan meski di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Tamu yang menginap di hotel NTB meningkat 17 ribu orang dibandingkan triwulan I 2024 dan paling banyak disumbang olah tamu hotel di Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air).

Berdasarkan data BPS NTB, jumlah ini meningkat dari 409 ribu orang pada triwulan I 2024, menjadi 426 ribu orang pada triwulan I-2025 atau meningkat 4,08 persen.

Peningkatan jumlah tamu ini hanya terjadi pada tamu yang berasal dari luar negeri yang meningkat hingga 25,30 persen, sementara tamu yang berasal dari dalam negeri turun 4,24 persen.

“Kalau kita kaitkan dengan rilis kami tanggal 2 Mei kemarin, tingkat hunian kamar memang turun tapi di Lombok Utara ada peningkatan cukup besar, Lombok Utara dari sisi tamu asing lebih besar, terutama di Gili Tramena,” jelas Kepala BPS NTB Wahyudin.

Ketua Gili Hotels Association (GHA) Lalu Kusnawan mengatakan, hunian kamar atau okupansi saat ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

Hingga April, okupansi di Gili Tramena sudah mencapai 78 persen. “Artinya rata-rata di hotel itu sudah di atas 60 persen di Tiga Gili itu,” bebernya.

Jika dibandingkan bulan yang sama antara tahun ini dan tahun lalu, hunian di Tramena justru mengalami peningkatan.

Faktor yang membuat saat ini hunian meningkat, kata Kusnawan dikarenakan saat ini momentum high season.

High season ini masuk April, sudah naik karena ada liburan itu selama dua bulan, nanti Juni flat dan Juli-Agustus naik lagi seperti biasa,” ujarnya.

“Tamu yang banyak itu dari Eropa,” imbuhnya

Dirinya mendorong stakeholder terkait untuk memanfaatkan momentum saat ini dengan baik.

Perlu duduk bersama semua stakeholder untuk memperbaiki infrastruktur, sistem, kualitas SDM, pelayanan keterlibatan, dan lainnya.

“Apalagi hotel di Gili kan lagi ramai-ramainya berinvestasi hotel besar, hotel kecil dan villa, cuma yang menjadi masalah kita Gili ini masuk wilayah konservasi laut, daratannya masuk ke konservasi hutan,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan okupansi hotel sekaligus wisatawan yang berlibur ke Gili Tramena, berbagai event menarik pun digelar.

MENIKMATI LIBURAN: Wisatawan asin yang tengah menikmati liburan di Gili Air, Lombok Utara, belum lama ini.
MENIKMATI LIBURAN: Wisatawan asin yang tengah menikmati liburan di Gili Air, Lombok Utara, belum lama ini.

Salah satunya seperti Festival musik  Soundtuari Gili Air yang bakal digelar kembali tahun ini pada September mendatang.

Event musik tahunan tersebut bakal melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal nantinya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budi Astuti mengatakan, event musik ini bakal menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Baik wisatawan lokal, domestik, hingga mancanegara. Hal itu lantaran konsepnya yang unik dan menarik.

“Soundtuari memadukan alunan musik etnik yang kaya, dengan keindahan alam Gili Air yang memesona, menciptakan sebuah pengalaman yang imersif dan tak terlupakan bagi para pengunjung,” ujarnya.

Dalam event tersebut, para pelaku UMKM lokal bakal dilibatkan. Pemda Lombok Utara diminta untuk menghadirkan UMKM-UMKM terbaiknya nanti.

“Sejauh ini, mereka hanya meminta kita mendukung dari segi UMKM, pendanaannya dari mereka,” sambungnya.

Keterlibatan UMKM dalam event ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi produk-produk daerah.

Sekaligus juga untuk pemberdayaan ekonomi lokal dan menarik banyak wisatawan berkualitas.

Event skala internasional ini diyakini memiliki dampak besar untuk membantu promosi pariwisata dan produk unggulan daerah.

“Festival musik ini akan sangat membantu promosi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” terangnya.

Sebelum acara puncaknya di September mendatang, akan ada rangkaian pra event Soundtuari yang diharapkan dapat menjadi bagian perayaan HUT Lombok Utara pada Juli mendatang.

Bupati Lombok Utara juga telah memberikan sinyal positif untuk menghadirkan artis-artis ternama.

“Acara Soundtuari ini rencananya akan dihadiri Wakil Gubernur NTB,” beber mantan Kabag Umum Setda KLU ini.

Ditambahkannya, Gili Air dipilih sebagai lokasi lantaran dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta suasana yang tenang dan alami.

Kombinasi antara alunan musik etnik yang damai dengan keindahan alam diharapkan dapat menciptakan sebuah harmoni unik dan berkesan bagi para wisatawan yang datang. (fer/r6)

 

Editor : Kimda Farida
#Wisatawan asing #Tamu Hotel #tamu menginap #Peningkatan #gili tramena #Hotel