Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan BBPOM Mataram untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif UMKM pangan olahan dalam menerapkan CPPOB serta memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya Izin Penerapan (IP) CPPOB.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelaku usaha pangan olahan dan mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator pendamping UMKM turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan menekankan peran strategis UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional dengan menyatakan bahwa UMKM yang menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja, dan menyumbang sekitar 60 persen PDB Nasional, sehingga layak mendapatkan dukungan penuh untuk tumbuh dan berdaya saing.
Yosef juga memperkenalkan inovasi BBPOM Mataram, yakni "Gemilang Pro UMKM", yang sebuah kolaborasi lintas sektor yang bertujuan mempercepat proses perizinan, akses permodalan, hingga promosi bagi UMKM. Ia menegaskan bahwa Izin Edar BPOM adalah aset yang dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha.
"Jangan ragu untuk mengurusnya, Izin Edar BPOM Mudah, Terjangkau dan Terukur," ujarnya.
Berbagai insentif menarik juga ditawarkan BPOM kepada UMKM, termasuk pendampingan hingga terbit izin edar, diskon 50 persen tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pendaftaran produk, serta pengujian gratis.
Yosef mencontohkan bahwa dengan diskon tersebut, UMKM hanya perlu membayar antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu untuk pendaftaran produk yang tarif normalnya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.
Yosef juga menyampaikan kabar gembira mengenai keterlibatan mahasiswa sebagai pendamping UMKM dalam proses pengurusan izin edar. Para mahasiswa ini akan membantu dalam penyusunan SOP, pengunggahan data digital, hingga desain label produk.
"Dengan kemudahan yang telah diberikan, UMKM jangan ragu mengurus izin edar, jangan putus di tengah jalan, tetap semangat kami siap mendampingi sampai izin edar diperoleh sehingga nantinya dapat bersaing di kancah nasional bahkan bisa Go Ekspor," tegasnya.
Setelah mendapatkan izin edar, Yosef mengingatkan pelaku usaha untuk tetap konsisten dan berkomitmen dalam menerapkan CPPOB guna menjamin mutu, keamanan pangan, dan kepercayaan konsumen.
Ia menekankan bahwa penurunan standar setelah mendapatkan izin dapat berakibat buruk pada produk dan berisiko terhadap kesehatan konsumen.
Para petugas BBPOM Mataram yang ahli di bidang perizinan menjadi narasumber dalam Bimtek ini. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya Good Manufacturing Practices (GMP) bagi UMKM, termasuk aspek higiene dan sanitasi, pengelolaan limbah, pencegahan kontaminasi silang, serta pengendalian barang dan jasa.
“Tujuannya adalah untuk mencegah risiko yang dapat mengganggu kesehatan dan memastikan kualitas serta keamanan produk yang konsisten,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yosef juga menyampaikan komitmen BBPOM Mataram dalam mengimplementasikan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dirinya mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk berpartisipasi dalam pengawasan dan melaporkan segala bentuk indikasi korupsi melalui kanal yang telah disediakan.
"Jika bapak Ibu melihat ada pegawai kami yang melakukan pungli, penyalahgunaan wewenang, menerima gratifikasi atau penyimpangan administatif lain, segera laporkan melalui sangintegritas.pom.go.id atau telp / WA / SMS di nomor 087703339992, identitas pelapor terjaga dan dirahasiakan," tegas Yosef.
Dengan adanya dukungan komprehensif dari BBPOM Mataram dan keterlibatan aktif mahasiswa, diharapkan UMKM pangan olahan di NTB dapat memanfaatkan Izin Edar BPOM sebagai keunggulan kompetitif untuk meraih kesuksesan di pasar nasional bahkan internasional. (Geumie)
Editor : Siti Aeny Maryam