LombokPost - Raksasa ritel Alfamart makin agresif memperluas kekuasaan bisnisnya. Melalui induk usahanya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), Alfamart resmi mengambil alih kepemilikan saham Lawson Indonesia dari PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
AMRT memborong 1,48 miliar lembar saham PT Lancar Wiguna Sejahtera, pengelola Lawson Indonesia, senilai Rp 200,45 miliar atau Rp 135 per lembar. Aksi korporasi ini diumumkan lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/5).
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menegaskan transaksi ini tidak termasuk dalam kategori benturan kepentingan dan bukan transaksi material, sehingga tidak perlu mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebagai jaringan convenience store asal Jepang, Lawson sudah eksis di Indonesia sejak 2011 melalui MIDI, lalu menjadi badan usaha mandiri pada 2018 lewat PT Lancar Wiguna Sejahtera.
Langkah strategis Alfamart ini makin mengukuhkan dominasi Djoko Susanto di bisnis ritel.
Pria kelahiran 1949 itu adalah sosok di balik 22.000 gerai Alfamart di Indonesia dan 2.000 gerai di Filipina. Ia memulai langkah bisnisnya dari warung makan sederhana milik keluarga di pasar tradisional Jakarta.
Kemitraannya dengan taipan rokok Putera Sampoerna menjadi titik balik. Saat Sampoerna menjual bisnisnya ke Philip Morris pada 2005, Djoko mengambil alih lini ritel dan membesarkannya menjadi imperium Alfamart.
Kini, namanya masuk jajaran orang terkaya Indonesia. Versi real-time Forbes per 16 Mei 2025 mencatat kekayaannya mencapai USD 3,5 miliar atau setara Rp 57,43 triliun. Meski turun 1,17%, posisi Djoko tetap kukuh di peringkat 1.083 orang terkaya dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni