Hasil survei OJK bersama BPS NTB menunjukkan tingkat literasi keuangan di NTB sama seperti nasional, yakni naik sebesar 1 persen, dari 65 persen menjadi 66 persen pada tahun ini.
Dari persentase survei yang dilakukan OJK bersama BPS NTB tersebut juga mencatatkan literasi keuangan perempuan di NTB lebih tinggi dibandingkan pria.
“Di NTB, survei kami yang bekerja sama dengan BPS menunjukkan hasil serupa, di mana tingkat literasi perempuan saat ini jauh lebih tinggi,” ujar Rudi.
Baca Juga: TMMD di Lombok Tengah, Pembukaan Jalan Baru dan Sumur Bor Hampir Rampung
Menurut Rudi, tingginya literasi keuangan perempuan ini menjadi kemajuan yang luar biasa.
Semakin banyak perempuan yang maju, maka akan mendorong peningkatan perekonomian keluarga.
“Para perempuan, terutama ibu rumah tangga, kebanyakan menjadi menteri keuangan di keluarga,” sambungnya.
Baca Juga: Komisi IV Usulkan Armada Damkartan Loteng Ditambah
Pihaknya juga mengapresiasi upaya perbankan hingga pemerintah daerah yang berkelanjutan. Melakukan pemberdayaan dan pendampingan terhadap masyarakat, khususnya perempuan.
“Jika perempuan semakin berdaya, mandiri, cerdas, maka akan berdampak baik bagi keluarga dan ujung-ujungnya terhadap perekonomian,” tandasnya.
Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam urusan rumah tangga.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2025? Ini Prediksi Tanggal dan Persiapan Kurban di Indonesia
Mereka menjadi tempat terbaik dan ternyaman untuk memecahkan setiap permasalahan yang menghadang.
“Perempuan kalau dilibatkan, mereka tidak hanya bicara hak, tapi juga bicara kewajiban,” ujarnya.
Mantan bupati Bima dua periode itu mendukung penuh perbankan yang memberikan modal usaha, khususnya pada pengusaha perempuan di NTB.
Sebelumnya,
Kepala Eksekutif Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan itu menyampaikan perempuan merupakan segmen prioritas literasi dan edukasi keuangan yang dilakukan OJK.
Sehingga OJK mendorong perempuan menjadi duta-duta literasi keuangan di masyarakat.
“Kita percaya seorang ibu yang terliterasi maka ia pasti akan mengedukasi anak-anaknya dan juga keluarganya untuk kemudian mereka menjadi melek keuangan dan dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Friderica.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto di Lombok Tengah Gemoy dan Sehat
Menurutnya, dari hasil berbagai literasi keuangan yang digelar OJK bersama sejumlah pihak sudah terlihat adanya peningkatan literasi keuangan khususnya di kalangan perempuan. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida