Berlokasi strategis di pinggir Jalan Dr Soedjono Lingkar Selatan, Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, pantai Loang Baloq memang dikenal sebagai salah satu surga kuliner seafood di Kota Mataram.
Terdapat banyak warung berjejer yang menyajikan kelezatan seafood bakar khas Lombok.
Selain warung-warung ikan bakar, suasana santai di pinggir pantai sambil menikmati hidangan laut segar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca Juga: Sosialisasi Penegasan Status Kewarganegaraan Secara Elektronik Dorong Literasi Digital Warga
Tidak hanya ikan bakar, warung-warung sederhana ini menyajikan makanan laut lainnya, seperti cumi bakar, ikan kelaq (kuah) kuning, cumi kelaq kuning, dan masih banyak lagi.
Menikmati kuliner di kawasan ini, aroma bakaran ikan yang menggoda bercampur dengan semilir angin pantai menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Salah satu warung populer di Loang Baloq ini adalah warung milik Misbah.
Mulai buka jualan sejak 2013 lalu dengan menawarkan berbagai jenis ikan segar yang dibakar dengan bumbu khas racikannya.
”Saya jual macam-macam ikan, tapi yang paling utama adalah ikan kakap dan baronang,” ujarnya.
Di antara beragam pilihan ikan yang ditawarkan, ikan bakar baronang menjadi primadona yang paling banyak dicari pelanggan.
Selain tekstur dagingnya yang lembut dan lezat, harganya juga terjangkau.
”Kebanyakan cari ikan bakar baronang karena murah dan dagingnya lembut, tapi kakap merah juga banyak peminatnya,” sambungnya.
Warung ikan bakar Misbah ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita.
Selain ikan bakar, ia juga menawarkan menu lain seperti cumi bakar yang disajikan lengkap dengan bumbunya seharga Rp 35.000 per porsi, serta ikan tongkol bakar atau kuah seharga Rp 10.000 per porsi.
Dalam sehari, Misbah mampu menjual sekitar 10-15 kilogram ikan bakar.
Harganya bervariasi, tergantung ukuran ikan yang diinginkan, mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 60.000 per ekornya.
Rahasia kelezatan ikan bakar di warungnya terletak pada bumbu khusus khas yang ia gunakan.
”Bumbunya ini racikan sendiri, yang bikin beda dari yang lain,” bebernya.
Baca Juga: Penginapan di Lombok Ini Tawarkan Pengalaman Liburan Tak Biasa, Bule aja Tertarik
Ketekunan Misbah dalam menjajakan ikan bakar berbuah manis. Dalam sehari, ia dapat meraup keuntungan sekitar Rp 2 juta.
Apalagi saat perayaan tahun baru, omzetnya bisa melonjak hingga mencapai Rp 5 juta.
” Alhamdulillah , rezeki dari jualan ikan bakar ini cukup untuk menghidupi keluarga,” tuturnya.
Kenikmatan ikan bakar Loang Baloq juga diakui oleh para pelanggannya. Salah seorang penikmat setia ikan bakar di kawasan Loang Baloq, Rohaida membeberkan alasan sering mampir membeli.
”Yang paling favorit di sini itu ikan bakarnya, semuanya enak. Tapi di warung ini, ikan bakar dilengkapi dengan terong bakar dan beberuq, dan ada juga ikan kuah kuning yang enak sekali dan segar,” ujarnya.
Baca Juga: Pemprov NTB Klaim Hemat Ratusan Miliar Rupiah Dampak Perampingan OPD
“Harganya juga sangat terjangkau. Bumbunya yang gurih, berasa sekali di lidah, apalagi bumbu Lomboknya yang benar-benar menggugah selera,” tutupnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida