LombokPost - Lombok Tengah menyimpan berbagai keajaiban termasuk mengenai kulinernya, salah satunya Sambal Girang.
Sambal Girang merupakan milik seorang ibu rumah tangga bernama Mardawati yang berasal dari Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.
Meski berasal dari desa kecil di Lombok Tengah, Mardawati sukses mewujudkan mimpinya bersama Sambal Girang miliknya.
Sambal Girang (Sambal Gila Rasa Garing) miliknya menjadi terkenal bukan hanya di Lombok Tengah melainkan ke kancah nasional.
Bagaimana tidak, Sambal Girang asal Lombok Tengah ini rupanya cukup menarik bagi para investor dalam program Juragan Jaman Now Season 4, yang tayang di Metro TV pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Rupanya Mardawati mulai membuat usaha kecil-kecilan dari Sambal Girang di Lombok Tengah saat maraknya pandemi COVID-19.
“Awalnya itu dari kepepet, suami saya waktu itu tidak punya penghasilan tetap. Sementara anak saya kuliah, biaya makin besar,” katanya.
Sabal Girang ini juga merupakan resep turun temurun dari keluarganya yang kemudian ia promosikan melalui media sosial di berbagai wilayah Lombok Tengah.
Rupanya, baik masyarakat Lombok Tengah maupun dari luar, produk Sambal Girang ini mendapat sambutan yang cukup antusias di pasaran.
Setelah sukses berjualan sederhana, Mardawati pun berpikir untuk membuat branding sendiri untuk produk Sambal Girang khas Lombok Tengah.
Nama “Sambal Girang” tentunya sangat tepat dipilih karena menimbulkan rasa penasaran masyarakat.
Mardawati mengatakan, nama dan packaging memang sudah dipikirkan agar mudah diingat tentang sambal khas Lombok Tengah itu.
“Saya ingin brand-nya gampang diingat dan lucu. Tante Girang itu singkatan dari Gila Rasa Garing,” ujarnya.
Keunikan sambal ini tidak hanya dari nama, tetapi juga dari kualitas produk. Sambalnya kering, gurih, renyah, tanpa pengawet, dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan. “Bahkan bisa dimakan langsung kayak keripik,” tambahnya.
Setelah melihat usahanya cukup terkenal di Lombok Tengah, Mardawati memutuskan mencoba mendaftar ke program Juragan Jaman Now untuk mengembangkan Sambal Girang miliknya.
Rupanya, keterbukaan Mardawati soal usahanya mengembangkan Sambal Girang di daerah terpencil Lombok Tengah menggugah minat para investor.
“Saya cuma ibu rumah tangga dari desa, tapi saya ingin membuktikan bisa bangun usaha sendiri,” katanya.
Setelah mengikuti program ini, Sambal Girang khas Lombok Tengah ini berhasil meraup suntikan modal sebesar Rp300 juta dari para investor.
Bahkan dengan citra kuat yang diciptakan Mardawati membuat para investor semakin yakin untuk berinvestasi pada produk sambal khas Lombok Tengah itu.
Dengan tambahan modal tersebut, Mardawati berencana meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar ke luar Lombok dan NTB, dan mengembangkan sistem distribusi yang lebih modern. Ia juga tengah mengurus legalitas usaha dan sertifikasi produk Sambal Girang Lombok Tengah untuk bisa masuk ke pasar retail besar.
“Saya ingin Sambal Girang ini jadi oleh-oleh khas Lombok, bahkan jadi sambal nasional,” tuturnya optimis.***
Editor : Fratama P.