Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Roti Kopi Roti O Menjamur di Stasiun, Terminal, dan Mal, Ini Asal Usul dan Strategi Bisnisnya

Alfian Yusni • Kamis, 5 Juni 2025 | 13:13 WIB
Sejak hadir pertama kali di Stasiun Jakarta Kota tahun 2012, Roti O kini menjelma jadi bisnis kuliner dengan pertumbuhan luar biasa. (Foto: instagram)
Sejak hadir pertama kali di Stasiun Jakarta Kota tahun 2012, Roti O kini menjelma jadi bisnis kuliner dengan pertumbuhan luar biasa. (Foto: instagram)

LombokPost - Roti O makin dikenal sebagai roti kopi lokal yang menjamur di berbagai lokasi strategis.

Tak hanya di mal, tapi juga di stasiun, terminal, hingga area transit kota besar. Aroma khas kopi yang menyeruak dari dapurnya jadi ciri kuat yang membekas di ingatan konsumen.

Sejak hadir pertama kali di Stasiun Jakarta Kota tahun 2012, Roti O kini menjelma jadi bisnis kuliner dengan pertumbuhan luar biasa.

Hingga 2025, Roti O Indonesia tercatat sudah memiliki lebih dari 680 outlet yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebuah pencapaian hebat bagi bisnis roti kopi lokal.

Strategi Aroma Kopi yang Jadi Jurus Ampuh

Tak bisa dimungkiri, salah satu kekuatan utama Roti O terletak pada strategi sensory marketing. Aroma kopi dari roti kopi hangat yang keluar dari dapur terbuka jadi magnet alami.

Banyak orang yang awalnya hanya lewat, mendadak berhenti dan tergoda membeli hanya karena mengikuti aroma.

Bahkan, strategi ini kini menjadi ciri khas yang membedakan Roti O di stasiun atau Roti O di mal dengan kompetitor lainnya.

Roti O Ternyata Berasal dari Roti Boy Malaysia

Tak banyak yang tahu, ternyata cikal bakal Roti O Indonesia berasal dari Roti Boy, roti kopi asal Malaysia yang populer di akhir 1990-an.

Roti Boy masuk ke Indonesia pada awal 2000-an lewat master franchise PT Bintang Indo Jaya, dengan fokus gerai di bandara dan pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Memalukan! Pemain Naturalisasi China Beberapa Bahkan Tidak Memiliki Darah Tionghoa, Namun Tetap Dapat Paspor China

Setelah berjalan satu dekade, kerja sama dengan franchisor asal Malaysia tersebut berakhir. Sang master franchise kemudian melahirkan brand baru yang kini dikenal sebagai Roti O, di bawah bendera PT Sebastian Citra Indonesia.

Roti O vs Roti Boy: Serupa Tapi Tak Sama

Meski berawal dari produk yang sama, kini Roti O dan Roti Boy memiliki target pasar berbeda.

Roti Boy menyasar segmen menengah ke atas, sementara Roti O memilih pasar menengah ke bawah.

Roti O hadir dengan harga yang lebih terjangkau dan varian rasa yang lebih banyak.

Strategi ini terbukti berhasil. Hingga 2025, Roti O Indonesia telah memiliki lebih dari 680 outlet, jauh melampaui Roti Boy yang hanya sekitar 77 outlet di Indonesia.

Kunci Sukses: Konsistensi dan Sistem yang Efisien

Roti O diprediksi masih akan terus ekspansi, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di kategori roti kopi lokal Indonesia. (Foto: instagram)
Roti O diprediksi masih akan terus ekspansi, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di kategori roti kopi lokal Indonesia. (Foto: instagram)

Kesuksesan Roti O di Indonesia tak lepas dari konsistensi rasa, sistem manajemen operasional yang efisien, dan rantai pasokan yang terorganisir baik.

Semua ini mendukung pertumbuhan cepat dan stabil tanpa mengorbankan kualitas produk.

Ke depan, Roti O diprediksi masih akan terus ekspansi, memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di kategori roti kopi lokal Indonesia.

Kisah Putus Kontrak yang Jadi Sukses Besar

Perjalanan Roti O Indonesia adalah contoh nyata bahwa keputusan berani dan adaptasi terhadap pasar lokal bisa mengubah kegagalan menjadi peluang.

Dari putus kontrak dengan Roti Boy, kini Roti O menjelma jadi brand roti kopi lokal yang merajai stasiun dan mal se-Indonesia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#roti o #terjangkau #Roti Kopi lokal Indonesia #Roti Boy Malaysia