Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aset Perbankan Syariah NTB Tahun 2025 Tumbuh 8,25 Persen

Geumerie Ayu • Minggu, 8 Juni 2025 | 19:31 WIB

Aset perbankan syariah NTB tahun 2025 tumbuh 8,25 persen.
Aset perbankan syariah NTB tahun 2025 tumbuh 8,25 persen.
LombokPost - Perkembangan market share keuangan syariah di NTB menunjukkan perkembangan positif.

Bank Indonesia NTB menyebutkan aset perbankan syariah mengalami peningkatan di triwulan I 2025 sebesar 8,25 persen (yoy) dibandingkan triwulan I tahun 2024 sebesar Rp 25,2 triliun.

Deputi Kepala BI NTB Andhi Wahyu Riyadno mengatakan, total aset perbankan syariah di NTB mencapai Rp 27,3 triliun pada triwulan I 2025.

Dikatakan Andhi, berdasarkan laporan OJK per 2024, total aset keuangan syariah (termasuk saham syariah, Red) telah mencapai Rp 2,9 triliun.

Khusus untuk sektor perbankan rata-rata aset perbankan syariah tumbuh sekitar 12 persen per tahun selama lima tahun terakhir.

“Per Desember 2024, aset perbankan syariah mencapai Rp 980,3 triliun,” ujarnya.

Dijelaskan Andhi, ada beberapa faktor pendukung yang mendorong peningkatan ekonomi syariah.

Di antaranya, pertumbuhan penduduk muslim yang tinggi, pertumbuhan dan peningkatan keuangan syariah yan cepat, peningkatan kesadaran Negara OKI untuk mengembangkan produk halal, hingga life style.

Aset perbankan syariah NTB tahun 2025 tumbuh 8,25 persen.
Aset perbankan syariah NTB tahun 2025 tumbuh 8,25 persen.

Berdasarkan laporan terakhir yang dirilis Dinar Standard, kata Andhi, Indonesia menempati peringat ketiga dalam Global Islamic Economic Indicator 2024, berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

“Secara lebih spesifik, Indonesia menempati peringkat kedua secara global dalam konsumsi makanan halal atau halal food,” bebernya.

Kemudian Indonesia berada di peringkat ketiga untuk modest fesyen, peringkat kelima untuk sektor farmasi dan kosmetik halal, peringat keenam untuk media dan rekreasi halal, peringkat ketujuh untuk sektor keuangan syariah global, serta peringkat pertama untuk pariwisata ramah muslim.

Mendukung visi mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia, kata Andhi, Bank Indonesia secara aktif menjalankan sejumlah peran strategis.

Di antaranya, sebagai akselerator, inisiator dan regulator dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satunya, seperti penguatan halal lifestyle melalui penyelenggaraan event berskala lokal, regional, nasional maupun internasional.

Di NTB, Bank Indonesia secara rutin menyelenggarakan event Road To Festival Syariah(FESyar) Kawasan Timur Indonesia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#ekonomi syariah #Bank Indonesia #keuangan syariah #aset perbankan syariah #NTB