Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dilatih Soft Skill, LWC Buka Peluang Bisnis untuk Eks Napi Perempuan saat Kembali ke tengah Masyarakat

Geumerie Ayu • Jumat, 13 Juni 2025 | 06:54 WIB

LWC buka peluang bisnis bagi eks napi perempuan.
LWC buka peluang bisnis bagi eks napi perempuan.
LombokPost – Lombok Womanpreneur Club (LWC) melakukan pembinaan dan pelatihan soft skill bisnis terhadap puluhan perempuan di Lapas Mataram, sekitar tiga bulan lamanya.

Kegiatan bertujuan membuka peluang bisnis bagi mereka ketika telah kembali ke tengah masyarakat.

Founder LWC Indah Purwanti menjelaskan, program pemberdayaan ini fokus pada pembekalan soft skill bisnis ekonomi kreatif.

Para narapidana ini dilatih keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha mikro.

“Ada baking class pembuatan roti sobek dan pai susu,” ujar Indah, Kamis  (12/6).

Dikatakannya, LWC memahami betapa pentingnya keragaman keterampilan.

Sebab itu, selain baking class, berbagai pelatihan lainnya turut digulirkan, sehingga membuka beragam opsi bagi warga binaan sesuai minat.

"Ada juga pelatihan cara merangkai kerajinan mutiara, kemudian pelatihan makrame home decor," sambung Indah.

Founder LWC Indah Purwanti menyerahkan sertifikat keterampilan pada salah satu peserta pelatihan soft skill di Lapas Mataram.
Founder LWC Indah Purwanti menyerahkan sertifikat keterampilan pada salah satu peserta pelatihan soft skill di Lapas Mataram.

Kemudian ada juga pelatihan di sektor jasa, seperti pelatihan di bidang kecantikan dan relaksasi yang sangat relevan dengan tren industri yang terus berkembang.

“Pelatihan pijat refleksi dan pelatihan facial wajah untuk salon dan spa,” papar Indah.

Hal menarik lainnya, program LWC ini menerapkan sistem pendaftaran mandiri.

Artinya, warga binaan memiliki kebebasan untuk memilih pelatihan yang paling sesuai dengan minat dan bakat.

“Pokoknya luar biasa dari warga binaan kita berikan beberapa opsi pelatihan dan mereka daftar sendiri,” jelas Indah.

Salah satu kabar paling menggembirakan adalah adanya kebijakan baru dari pemerintah yang disampaikan Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM.

Yakni menghapus syarat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk melamar pekerjaan.

“Kebetulan ada kebijakan baru dari pemerintah melalui Ditjen Pemasyarakatan di info tadi sama Kakanwil bahwa sekarang SKCK itu sudah dihapus untuk syarat melamar kerja,” terangnya.

Indah menilai, itu merupakan terobosan fundamental yang akan mengubah nasib para eks narapidana.

Selama ini, stigma dan hambatan birokrasi, terutama terkait SKCK, seringkali menjadi tembok tebal yang menghalangi eks napi untuk kembali produktif di masyarakat.

“Jadi mereka yang residivis tidak memiliki SKCK berkelakuan baik, tapi sekarang dihapus,” tegas Indah.

Kebijakan ini, ditambah dengan keterampilan yang diperoleh dari program LWC, dinilai menjadi kombinasi sempurna untuk reintegrasi sosial yang sukses.

“Keterampilan lain bisa dipraktikkan saat mereka melamar pekerjaan atau bisa membuka usaha kecil-kecilan dulu,” kata Indah.

Meski pun program ini berjalan selama tiga bulan, durasi tersebut dianggap cukup memadai untuk memberikan fondasi keterampilan yang kuat.

Lebih lanjut kata Indah, Ditjen Pas memiliki kampung warga binaan yang ada di depan kantor Kemenkumham.

Ini adalah sebuah inisiatif luar biasa dari Ditjen Pas, karena tersedia tempat bagi para eks narapidana untuk berjualan.

“Ada tempat untuk para eks napi untuk berjualan di sana mereka yang bangunkan areanya kemudian ada bazarnya buat UMKM dan setiap minggu pun ada kegiatan di sana,” terangnya.

Setelah sukses di Lapas Perempuan Mataram, LWC akan melanjutkan program pemberdayaan perempuan lainnya yang menyasar segmen berbeda.

“Kita ada program pemberdayaan perempuan berupa Women Entrepreneur Competition, sasarannya mahasiswi yang memiliki bisnis, belajar berbisnis, kita lombakan dan ada rangkaian kegiatannya,” tandasnya. (***)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Womanpreneur Club #pelatihan #BISNIS #soft skill #peluang bisnis #Perempuan #Eks Napi #LWC