LombokPost – Pemerintah NTB melalui Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) berencana merekrut 50 UKM dengan produk siap ekspor.
UKM ini bakal mendapatkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) di UPTD Balai Pelatihan Koperasi dan UKM NTB agar lebih maju dan berkembang.
DKUKM NTB saat ini sedang menyusun rencana untuk merekrutmen 50 tenan UKM dengan produk siap ekspor.
Kepala DKUKM NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, perekrutan UKM ini tidak sembarang dilakukan.
Ada beberapa kriteria yang telah ditetapkan.
“UKM yang kita rekrut akan diseleksi dan seleksinya ketat,” ujarnya.
50 UKM yang terpilih, akan menjalani Diklat dan dibina di PLUT KUKM dan UPT Balatkop UKM NTB.
Tujuannya, agar UKM tersebut bisa berkembang hingga siap memperluas pasar dengan melakukan ekspor produk nantinya.
Lebih lanjut dijelaskannya, PLUT KUKM menjadi pusat edukasi bagi pelaku UKM NTB.
Di dalamnya sudah dipersiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pembinaan dan pengembangan UKM agar lebih maju.
Beberapa di antaranya seperti ketersediaan ruang dan peralatan fesyen, jahit, kuliner, podcast, studio foto, galeri, kerajinan dan lain sebagainya.
Melalui PLUT KUKM, UKM dapat mengakses berbagai layanan yang diperlukan.
Di antaranya, layanan perizinan, pendampingan peningkatan produktivitas usaha, peningkatan kapasitas pelaku UKM, hingga pendampingan sertifikasi halal.
“Para pelaku UKM juga difasilitasi terkait permodalan, akses pasar, pengemasan produk, dan lainnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan fasilitas PLUT KUKM.
Ia ingin PLUT KUKM ini juga bisa dimanfaatkan oleh berbagai instansi lintas sektor, seperti dinas pariwisata, dinas perindustrian, ekonomi kreatif, hingga dekranasda.
”Intinya, semua fasilitas milik pemerintah harus memberikan manfaat maksimal. Artinya, semua pihak harus memanfaatkannya bersama, jangan disektorkan,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, pengembangan UMKM di NTB tidak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi saja.
Ia mendorong pendekatan lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas, termasuk dinas perdagangan dan pihak perbankan, agar program pemberdayaan UMKM berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kita harus membiasakan diri menyerap isu secara lintas sektor. Jangan disilokan atau dikompartemenkan dalam satu sektor saja,” ujarnya.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, dia berharap PLUT KUKM bisa menjadi wadah strategis bagi kemajuan UKM NTB.
Sehinga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif dan berdaya saing. ***
Editor : Jelo Sangaji