Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IPO Anak Usaha Konglomerat Alfamart, T Trimitra Trans Persada Siap Raup Rp 152 M!

Alfian Yusni • Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:34 WIB
IPO B-Log menarik perhatian pasar karena merupakan bagian dari gurita bisnis Djoko Susanto, pemilik jaringan ritel raksasa Alfamart. (istimewa)
IPO B-Log menarik perhatian pasar karena merupakan bagian dari gurita bisnis Djoko Susanto, pemilik jaringan ritel raksasa Alfamart. (istimewa)

LombokPost - Perusahaan logistik milik konglomerat Djoko Susanto, T Trimitra Trans Persada Tbk (B-Log), resmi mengumumkan penawaran saham perdana atau IPO.

IPO T Trimitra Trans Persada ini menargetkan dana segar hingga Rp 152,07 miliar dari pelepasan 563,24 juta saham atau setara 16,67% dari modal disetor.

Harga penawaran saham IPO B-Log berada di kisaran Rp 240 hingga Rp 270 per saham.

Penawaran umum perdana saham B-Log dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juni 2025, dengan tanggal efektif IPO pada 30 Juni 2025.

Sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Juli 2025. IPO B-Log menarik perhatian pasar karena merupakan bagian dari gurita bisnis Djoko Susanto, pemilik jaringan ritel raksasa Alfamart.

T Trimitra Trans Persada (B-Log) akan mengalokasikan 67% dana hasil IPO untuk tambahan modal ke anak usaha PT Simpan Sini Aja (SSA).

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun tiga gudang pendingin di Tangerang, Pontianak, dan Makassar.

Gudang ini akan dilengkapi ruang penyimpanan suhu ruang, suhu dingin, dan beku, dengan kapasitas 750–3.000 pallet position.

Sisa 33% dana IPO digunakan untuk membeli 75–100 unit kendaraan logistik tipe light truck, lengkap dengan karoseri cold dan dry, untuk mendukung ekspansi bisnis. Harga tiap unit kendaraan ditaksir antara Rp 500–750 juta.

IPO T Trimitra Trans Persada juga menjadi momentum emas bagi investor yang mengincar saham sektor logistik.

 

Hingga akhir 2024, perusahaan membukukan laba bersih Rp 111,86 miliar, naik dari Rp 102,48 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat menjadi Rp 1,07 triliun dari Rp 966,71 miliar.

Ekuitas perusahaan juga tumbuh menjadi Rp 387,90 miliar, dengan total aset Rp 716,50 miliar. Namun, kas dan setara kas tercatat menurun menjadi Rp 29 miliar dari sebelumnya Rp 81,76 miliar.

IPO B-Log dijamin oleh PT BCA Sekuritas. Struktur kepemilikan setelah IPO adalah: PT Sigmantara Alfindo (50,53%), PT Dua Mitra Inti Selaras (29,17%), PT Wiraguna Sejahtera Abadi (3,3%), dan masyarakat publik sebesar 16,67%.

Untuk kebijakan dividen, perusahaan logistik ini akan mulai membagikan dividen tunai pada tahun buku 2025, dengan besaran maksimal 50% dari laba bersih.

Namun, keputusan final tetap bergantung pada kondisi keuangan dan persetujuan pemegang saham dalam RUPS.

IPO T Trimitra Trans Persada mencerminkan strategi ekspansi agresif Djoko Susanto di sektor logistik.

Lewat penguatan armada dan gudang pendingin, IPO B-Log diyakini akan menjadi salah satu emisi saham paling strategis di paruh kedua 2025. (***)

Editor : Alfian Yusni
#T Trimitra Trans Persada #Djoko Susanto #ipo #perusahaan logistik