Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekspor Produk Olahan NTB Masih Terkendala Pasokan Bahan Baku

Geumerie Ayu • Senin, 23 Juni 2025 | 11:25 WIB

Ekspor produk olahan ntb masih terkendala pasokan bahan baku.
Ekspor produk olahan ntb masih terkendala pasokan bahan baku.
LombokPost – Pemerintah NTB melalui Dinas Perindustrian NTB terus berupaya meningkatkan ekspor produk lokal olahan.

Tujuannya untuk memberikan nilai tambah pada produk-produk yang dihasilkan IKM NTB.

Namun, upaya meningkatkan ekspor produk lokal olahan masih menghadapi tantangan besar.

Terutama terkait keterbatasan bahan baku dan kontinuitas produksi produk.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti menjelaskan, pihaknya aktif membina IKM agar memenuhi standar ekspor.

Salah satu fokus utama adalah IKM yang bergerak di bidang olahan komoditas kelapa.

"Kami melatih IKM untuk memenuhi kebutuhan ekspor serta melatih kontinuitas," ujarnya.

Untuk mempersiapkan pelaku industri kecil menembus pasar ekspor, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Ilustrasi VCO (kara-indonesia.com)
Ilustrasi VCO (kara-indonesia.com)

Sementara itu, industri besar seperti olahan hasil smelter, porang, dan mutiara, lebih fokus memfasilitasi perizinan usaha dan sertifikasi sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk negara tujuan ekspor.

Salah satu produk IKM yang sedang digarap serius bersama Bank Indonesia adalah virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni.

Selama ini, produk VCO dari NTB baru mampu memenuhi pasar lokal dan sebagian pasar luar daerah, khususnya Jogjakarta.

Hal ini karena NTB belum mampu memenuhi ketersediaan jumlah produk untuk skala ekspor.

"Kendala kita memang di bahan baku. Bahan baku sebenarnya banyak, namun sudah terjual mentah oleh masyarakat termasuk pengepul, dalam bentuk hasil panen," jelas perempuan berhijab ini.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perindustrian NTB bersama Bank Indonesia telah melatih sekitar 70 IKM untuk memenuhi permintaan produk kelapa olahan.

Tidak hanya VCO, Dinas Perindustrian NTB juga mengintervensi pengolahan limbah kelapa.

Mulai tahun ini, mereka berupaya menstandardisasi produk tepung kelapa sisa santan.

"Batoknya diolah jadi briket, serabutnya bisa kita buat coco powder dan coco fiber, dan ampas santan jadi tepung kelapa," terangnya.

Mulai tahun 2025, Kementerian Perindustrian juga menargetkan peningkatan nilai investasi dan ekspor untuk sektor industri.

Terkait hal itu, pihaknya telah menyusun roadmap pengembangan industri lokal yang berorientasi ekspor sejak tahun lalu. ***

 

Editor : Kimda Farida
#Dinas Perindustrian NTB #Nilai Tambah #pasokan #ekspor #produk olahan #bahan baku #ikm