Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Cabai Rawit di NTB Mulai Merangkak Naik Sejak Pertengahan Bulan Juni 2025

Geumerie Ayu • Selasa, 24 Juni 2025 | 19:22 WIB

Harga cabai rawit di ntb mulai merangkak naik sejak pertengahan bulan juni 2025.
Harga cabai rawit di ntb mulai merangkak naik sejak pertengahan bulan juni 2025.
LombokPost – Harga cabai rawit di pasar di NTB mengalami kenaikan sejak pertengahan bulan ini.

Pantauan di beberapa pasar tradisional di Kota Mataram, cabai rawit menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Cabai rawit yang sebelumnya di kisaran Rp 35 ribu-40 ribu, naik menjadi Rp 70 ribu-80 ribu per kilogram.

"Sudah hampir seminggu ini harga cabai rawit naik terus. Pembeli banyak yang kaget dan mengurangi jumlah pembelian," ujar Inaq Sumiatun, seorang pedagang di Pasar Induk Mandalika, Mataram.

Ia menambahkan, pasokan dari petani juga tidak sebanyak biasanya.

Hal itu yang dinilai turut berkontribusi pada kenaikan harga, sekaligus juga membuat daya beli masyarakat sedikit menurun.

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga cabai rawit ini.

Salah satunya adalah faktor cuaca tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

 

Suasana aktivitas jual beli bahan pokok (Bapok) di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Senin (24/3).
Suasana aktivitas jual beli bahan pokok (Bapok) di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Senin (24/3).

Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada pertengahan Juni 2025, permintaan juga meningkat.

Lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan disinyalir menjadi pemicu kenaikan harga.

“Semoga pasokan ini bisa meningkat supaya daya beli ini naik,” harapnya.

Salah satu warga Kota Mataram Humaira mengatakan, kenaikan ini cukup memberatkan. Kini, dirinya terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

Keluhan serupa juga dilontarkan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kuliner lantaran cabai rawit merupakan kebutuhan utama usaha mereka.

“Semoga ada solusi biar tidak semakin melonjak seperti sebelumnya yang sempat sampai Rp 200 ribu per kilogram,” ujar Abdul Hamid, pemilik warung di Sembung, Narmada.

Berdasarkan data harga rata-rata bahan pokok pasar di Disdag NTB, harga cabai rawit per 23 Juni mengalami kenaikan.

Yakni naik dari Rp 56.600 menjadi Rp 61.800 per kilogram, artinya ada kenaikan sebesar 9 persen.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kota Mataram #Cabai Rawit #harga #naik #pasar #Pasar mandalika