Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perang Iran-Israel Melandai, Harga Emas Terkoreksi, Pengamat Prediksi Bisa Turun ke USD 3.266 per Troy Ons

Rury Anjas Andita • Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:37 WIB
Harga emas dunia anjlok
Harga emas dunia anjlok

LombokPost – Harga emas dunia kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (27/6), memperpanjang tren negatif selama dua pekan terakhir.

Melemahnya harga emas dunia ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel serta sinyal positif dari negosiasi dagang AS-Tiongkok, yang menurunkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Menurut data Reuters, harga emas spot terkoreksi 0,9 persen menjadi USD 3.296,79 per troy ons, sementara emas berjangka AS turun 1,2 persen ke level USD 3.309,30 per troy Ons. Dalam sepekan, logam mulia ini sudah turun sekitar 2,2 persen.

“Pasar kini lebih memilih aset berisiko, ini menekan harga emas global,” ujar Soni Kumari, Ahli Strategi Komoditas dari ANZ.

Harga Emas Dunia Tertekan Geopolitik dan Dagang Global

Meredanya konflik antara Israel dan Iran, yang ditandai dengan gencatan senjata pada 24 Juni lalu, menjadi faktor utama yang meredam kekhawatiran pasar.

Konflik selama 12 hari tersebut sempat memicu lonjakan harga emas. Kini, dengan situasi Timur Tengah yang mulai stabil, investor cenderung menarik diri dari aset lindung nilai.

Selain itu, kemajuan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga menambah sentimen positif di pasar global, mengurangi ketidakpastian dan semakin menekan harga emas.

Harga Emas Antam Ikut Terkoreksi di Pasar Domestik

Di dalam negeri, harga emas Antam juga mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas Antam terkoreksi Rp 17.000 per gram, dari sebelumnya Rp 1.924.000 menjadi Rp 1.907.000 per gram. Harga buyback juga turun menjadi Rp 1.751.000 per gram.

Baca Juga: Superman Versi Baru Siap Tayang, Lawan Ultraman dan Bikin Fans Nonton Berkali-kali!

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa harga emas dunia berpeluang turun lebih dalam hingga menyentuh level support USD 3.266 per troy ons.

“Konflik Timur Tengah yang mereda, khususnya setelah Israel menghentikan serangan militernya, menurunkan ketegangan global,” ujarnya.

Sinyal The Fed Bisa Ubah Arah Harga Emas

Namun, arah pergerakan harga emas dunia masih sangat bergantung pada arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve). Ibrahim menekankan bahwa pernyataan terbaru dari Gubernur The Fed Jerome Powell akan menjadi kunci utama.

“Jika The Fed mengisyaratkan penurunan suku bunga, dolar AS bisa melemah dan harga emas berpeluang kembali menguat,” jelasnya.

Dengan pasar yang kini lebih memilih risiko dan sinyal global yang cenderung stabil, tekanan terhadap harga emas mungkin masih berlanjut dalam waktu dekat.

Namun, pelaku pasar tetap disarankan memantau perkembangan dari The Fed dan arah kebijakan suku bunga yang akan datang.

Data Pergerakan Harga Emas Global (21-27 Juni)

Tanggal   Harga Spot (USD/troy ons)
21 Juni     3.369
22 Juni     3.355,5
23 Juni     3.341,2
24 Juni     3.321,9
25 Juni     3.316,8
26 Juni     3.305,7
27 Juni     3.296,79

Sumber: Reuters

Editor : Rury Anjas Andita
#prediksi #harga emas #pengamat #Perang Iran Israel