LombokPost – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berkomitmen mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Termasuk mendukung penguatan UMKM syariah di wilayah NTB.
Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia M Iqbal menegaskan ada karakter kuat yang dimiliki UMKM syariah.
"UMKM syariah punya karakter kuat, halal, berkualitas, dan punya nilai sosial. Kita harus dorong bersama," ujarnya.
Sinta menjelaskan, Pemprov NTB sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas lembaga.
Di antaranya dengan komunitas kreatif dan perbankan, termasuk dengan Bank Indonesia.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mendukung penguatan ekosistem UMKM di daerah.
Menurutnya, peran strategis pemerintah dalam pengembangan UMKM tidak hanya terbatas pada kebijakan.
Melainkan juga mencakup advokasi, fasilitasi, dan pendampingan yang konsisten.
Sebagai langkah konkret, Bank Indonesia bersama Dewan Ekonomi Kreatif akan menggelar acara nasional bertajuk "UMKM Syariah Goes to Karya" di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram.
Event ini akan menjadi panggung bagi produk UMKM syariah unggulan daerah.
“Agenda ini tidak hanya berupa pameran produk, tetapi juga akan diisi dengan lokakarya pengembangan bisnis dan manajemen UMKM,” jelasnya.
Selain itu, akan diadakan seminar tentang literasi keuangan dan digitalisasi usaha.
Sebagai upaya kurasi kualitas dan legalitas produk, juga akan dilakukan swab test UMKM yang diikuti dengan coaching dan business matching.
“Ada juga sosialisasi mengenai branding, kemasan, dan akses pembiayaan juga akan menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” terangnya.
Sinta menambahkan, kolaborasi ini bukan hanya tentang promosi produk.
Namun juga soal keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Lebih lanjut Sinta menyampaikan, Dekranasda NTB memastikan pelaku UMKM mendapatkan dukungan penuh.
Kegiatan-kegiatan yang digagas Dekranasda NTB bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas.
“Terutama UMKM perempuan yang banyak menjadi penggerak ekonomi rumah tangga, dapat memperoleh wawasan dan keterampilan baru, serta memperluas jejaring pasar mereka,” katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM NTB, jumlah UMKM menunjukkan lonjakan signifikan.
Hasil pendataan di tahun 2023, tercatat sebanyak 324 ribu unit UMKM.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat besar bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya mencatat 40 ribu unit UMKM.
Sebanyak 90 persen di antara UMKM tersebut merupakan usaha mikro.
Editor : Jelo Sangaji