Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi Global Melambat Dampaknya Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2025 Diperkirakan 3 Persen

Nurul Hidayati • Senin, 30 Juni 2025 | 23:00 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Ketidakpastian perekonomian global masih menjadi sorotan, meskipun sedikit mereda.

Dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama.

Kondisi ini turut berdampak pada proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 yang diperkirakan menurun dari 3,3 persen menjadi 3,0 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok akibat turunnya ekspor ke AS dan melemahnya permintaan domestik menjadi salah satu penyebab utama.

Tren Global dan Dampaknya pada Indonesia, tren pelemahan ekonomi di AS telah mengurangi tekanan inflasi di negara tersebut, sekaligus meningkatkan ekspektasi penurunan Federal Funds Rate (FFR).

Lebih lanjut, meningkatnya ketidakpastian global memicu kehati-hatian pemilik modal (risk aversion).

 Baca Juga: Investor Saham Indonesia Bertumbuh di tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Akibatnya, aliran modal global bergeser dari AS menuju negara dan aset yang dianggap aman, terutama aset keuangan di Emerging Market.

Kondisi ini mendorong pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju dan berkembang lainnya.

Di sisi domestik, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 menunjukkan performa ekspor nonmigas yang lebih baik.

 Baca Juga: Bank Indonesia Perwakilan NTB Sikapi Proyeksi Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Global

Hal ini dipengaruhi oleh fenomena front loading ekspor ke AS sebagai respons antisipasi eksportir terhadap kebijakan tarif AS.

Kinerja ini mendorong Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) melanjutkan surplus dari periode Maret 2025 sebesar 0,2 miliar Dollar AS, ditopang oleh ekspor komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO), mesin listrik, besi baja, dan kimia organik.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,6-5,4 persen (yoy).

Aliran modal asing ke instrumen portofolio domestik juga terus berlanjut, memberikan dorongan positif bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Penguatan rupiah juga terlihat terhadap kelompok mata uang negara berkembang lainnya.

Prakiraan pertumbuhan yang tetap baik ini didukung oleh NPI yang tetap sehat, nilai tukar Rupiah yang terkendali, dan komitmen BI untuk menjaga inflasi 2025 pada kisaran 2,5 persen ± 1 persen.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok akibat turunnya ekspor ke AS dan melemahnya permintaan domestik.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi Tiongkok akibat turunnya ekspor ke AS dan melemahnya permintaan domestik.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2025, diputuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25 persen.

Keputusan ini sejalan dengan terjaganya perkiraan inflasi 2025 dan 2026, stabilitas nilai tukar rupiah, serta kebutuhan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di samping itu, BI juga terus mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 Baca Juga: Bank Indonesia Perkuat Mitigasi, Pantau Perkembangan Ekonomi Global

Berbagai strategi diterapkan untuk mendorong pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh perbankan.

Kebijakan sistem pembayaran pun diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, serta penguatan infrastruktur dan konsolidasi struktur industri sistem pembayaran.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global, sekaligus terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Redaksi Lombok Post
#pertumbuhan #Bank Indonesia #dunia #global #Ekonomi #Stabilitas Rupiah