Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ngojek, Bisnis Kurir Lokal yang Berjaya di Daerah Sendiri

Geumerie Ayu • Rabu, 2 Juli 2025 | 10:44 WIB

Ngojek, bisnis kurir lokal yang berjaya di daerah sendiri.
Ngojek, bisnis kurir lokal yang berjaya di daerah sendiri.
LombokPost – Pandemi Covid-19 yang merebak 2020 lalu ternyata melahirkan inspirasi tak terduga bagi seorang ibu dua anak di Kota Mataram ini. 

Putu Gabbyy Yudatiani Andini Putri sukses membangun bisnis kurir yang diberi nama Ngojek.

Ide itu berawal dari pengalaman tidak mengenakkan dengan pelayanan kurir yang tidak profesional.

Kekecewaan yang menjadi bibit awal lahirnya jasa kurir Ngojek, bisnis jasa kurir lokal yang kini sukses melayani berbagai penjuru Lombok.

Gabbyy dulunya seorang marketing di sebuah perusahaan developer di Kota Mataram.

Di samping itu, dirinya juga salah satu pelaku UMKM skincare lokal.

Untuk pengiriman produk skincare-nya, dia bergantung pada jasa kurir lokal dan ojek online.

Namun, sebuah insiden mengubah segalanya.

Admin Ngojek yang tengah melayani orderan konsumen.
Admin Ngojek yang tengah melayani orderan konsumen.

Insiden pengiriman produknya sendiri yang membuatnya kecewa.

Produknya yang seharusnya dikirimkan cukup 15 menit, justru sampai ke konsumen setelah 3 jam kemudian.

“Pelanggan yang seharusnya bisa menerima barang dalam 15 menit, harus menunggu 3 jam, bahkan hingga pulang malam ke Lombok Timur dan harus dijemput orang tuanya. Saya jadi tidak enak, takut dia tidak beli lagi,” tuturnya.

Dari kekesalan dan kekhawatiran itu, sebuah celetukan untuk membuat jasa kurir sendiri secara spontan terucap

"Yaudahlah, kalau begini lebih baik saya buat kurir sendiri," sambungnya.

Meski pun ia dan sang suami tidak punya latar belakang di dunia logistik, karena suaminya bekerja di bengkel, tekad mereka bulat.

Nama Ngojek ini lahirnya pun tidak asal, lahir tengah malam dari celetukan sang adik.

Kata Gabbyy, Ngo dalam bahasa Tionghoa di Lombok berarti saya, menjadikan Ngojek bermakna ojek saya.

Nama ini langsung disetujui suami karena mudah diingat.

Seperti usaha rintisan lainnya, Ngojek tak langsung ramai saat pertama kali diluncurkan.

Gabbyy yang merupakan marketing di tempatnya bekerja, memperkenalkan jasanya kepada para konsumennya.

"Saya punya usaha begini, mungkin kalau ada yang mau ngirim barang bisa pakai jasa saya," tuturnya.

Berkah datang di bulan puasa meski masih pandemi.

Kebutuhan pengiriman barang melonjak.

Dari mulut ke mulut, Ngojek pun mulai dikenal dan terus berkembang hingga kini.

Namun, perjalanan Ngojek tidak selalu mulus.

Tantangan terbesar, menurutnya, ada pada Sumber Daya Manusia (SDM).

"SDM di Lombok masih bawaan, keinginan mereka untuk maju dan mendapatkan penghasilan lebih tanpa berpikir ke luar daerah itu belum ada," jelasnya.

Di awal, ia merekrut sebanyak 10 orang driver.

Lucunya, saat tiba waktunya beroperasi di lapangan, hanya tiga orang yang aktif.

"Mungkin yang lain mikirnya, apa sih? karena memang waktu itu belum ada orderan," terangnya.

Kini, setelah 5 tahun berjalan, Ngojek telah tumbuh pesat.

Dari hanya 3 driver aktif di awal, kini mereka memiliki 95 driver aktif dan sembilan admin yang bekerja secara shift.

Pada akhirnya, Gabbyy pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya, untuk fokus sepenuhnya pada Ngojek.

Kunci utama Ngojek bertahan di tengah ketatnya persaingan adalah pelayanan prima.

Sebab yang dibutuhkan itu adalah ketepatan waktu dan kecepatan, serta tidak neko-neko atau jujur.

Ngojek tidak pernah memberikan promo diskon ongkir, karena mereka tidak ingin muncul persepsi ongkir murah, tapi pelayanannya jelek.

Untuk ongkir di seputaran kota Mataram tetap Rp 10.000. Sedangkan luar Mataram dihitung sesuai jarak, mulai dari Rp 15 ribu untuk Lobar dan Rp 20 ribu untuk Lotim dan Loteng.

Layanan Ngojek meliputi pengiriman barang, kecuali barang super besar seperti kulkas.

Selain itu juga ada layanan pembelanjaan seperti makanan atau kebutuhan bulanan. 

Editor : Kimda Farida
#kurir #BISNIS #ngojek #lokal