Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

JAPNAS NTB Kembangkan Produksi Beras Fortifikasi

Geumerie Ayu • Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:49 WIB
Japnas ntb kembangkan produksi beras fortifikasi.
Japnas ntb kembangkan produksi beras fortifikasi.

LombokPost – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTB mengambil langkah strategis dan inovatif dalam menekan angka stunting serta masalah gizi lainnya di Bumi Gora.

Melalui kolaborasi penting, Japnas NTB berkomitmen untuk menjadi bagian solusi permasalahan gizi tersebut.

Meski NTB mencatat penurunan stunting tercepat secara nasional, prevalensinya masih di angka 24,6 persen.

Jumlahnya masih lebih tinggi dari rata-rata nasional yang kini mencapai 21,5 persen.

Ditambah lagi, masalah anemia pada remaja putri dan ibu hamil masih meluas, memperkuat risiko stunting antargenerasi.

Menjawab tantangan tersebut, Japnas NTB telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Jatim Grha Utama (JGU), sebuah BUMD milik Pemerintah Jatim.

Kerja sama ini menandai langkah awal pengembangan produksi beras fortifikasi NTB.

Hal itu sebagai kontribusi nyata dunia usaha dalam memperbaiki gizi masyarakat.

Japnas ntb kembangkan produksi beras fortifikasi.
Japnas ntb kembangkan produksi beras fortifikasi.

"Perbaikan kualitas gizi bukan hanya urusan pemerintah. Pengusaha daerah juga harus ikut turun tangan," tegas Ketua Japnas NTB I Made Agus Ariana.

Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Khususnya pada prioritas pengembangan pangan lokal, nabati, serta penguatan fortifikasi dan biofortifikasi pangan.

Produksi beras fortifikasi ini direncanakan akan dilakukan di sentra-sentra beras lokal.

Hal itu dilakukan untuk menekan biaya distribusi dan menjaga keterjangkauan harga.

Produk beras fortifikasi yang akan dikembangkan mengacu pada SNI 9314:2024, dengan penambahan satu persen kernel fortifikan.

Kandungan nutrisi penting dalam kernel ini meliputi zat besi, asam folat atau vitamin B9, vitamin B12, dan zinc.

Kombinasi mikronutrien ini sangat krusial untuk mencegah anemia.

Selain itu, juga mendukung tumbuh kembang anak, menjaga fungsi saraf, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

"Beras fortifikasi ini dapat dikonsumsi oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak usia sekolah, remaja, ibu hamil, sampai lansia yang membutuhkan asupan vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan harian," jelas Agus Ariana.

Beras fortifikasi ini juga akan diarahkan untuk mendukung program bantuan pangan dan intervensi sosial pemerintah.

Seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan akan tersedia di pasar umum.

"Langkah kolaboratif antara Japnas NTB dan PT JGU ini menjadi contoh bagaimana kami, pengusaha daerah, mampu menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan gizi di Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama PT JGU Mirza Muttaqien menegaskan komitmen mereka.

Saat ini, beras fortifikasi masih dikategorikan sebagai beras khusus dan belum memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) di Indonesia.

Namun pengalaman di berbagai negara telah membuktikan dampak signifikan fortifikasi pangan terhadap perbaikan gizi masyarakat

"Beras fortifikasi bukan barang mewah, ini merupakan kebutuhan dasar. Kami memastikan produk ini akan hadir di pasar dengan harga yang wajar dan terjangkau,” jelasnya. (fer/r6)

 

Editor : Jelo Sangaji
#Gizi #Beras #fortifikasi #Japnas NTB