LombokPost – Jalan Udayana bukan hanya sekadar lintasan di pusat Kota Mataram.
Bagi banyak orang, itu adalah ruang untuk merangkai kenangan.
Mulai dari tawa bersama sahabat, langkah mesra dengan pasangan, hingga percakapan sunyi dengan diri sendiri.
Kini, cerita-cerita itu hadir kembali dalam wujud berbeda lima hidangan spesial.
Kelima menu ini diracik penuh cinta oleh Shefu, Ayom Suite Mataram.
Menghadirkan cita rasa Udayana di setiap suapannya.
“Lewat kenangan itu, kami menghadirkan hangatnya Udayana dalam bentuk hidangan spesial,” ujar Manajer Ayom Suite Dayu Apriawati.
Dimulai dari Sate Pencok, terinspirasi dari kuliner khas Pasar Kebon Roek dan Car Free Day Udayana.
Sate Pencok berbahan tepung sagu ini disajikan dengan bumbu pelalah yang pedas gurih.
Tahu à la Tek, walau berasal dari Surabaya, versi Shefu terinspirasi dari penjual legendaris di bundaran Selaparang.
Rahasianya ada pada bahan lokal Lombok, mulai dari tahu hingga petisnya.
Diolah penuh kesadaran akan kekayaan rasa dan identitas kuliner daerah.
Roasted Mahi Mahi Bulayak, lontong khas Lombok yang dibungkus daun aren atau kelapa muda, dipadukan dengan Mahi Mahi panggang.
Tekstur bulayak yang lembut dan aromanya yang khas berpadu dengan cita rasa ikan segar, menciptakan harmoni tradisi dan inovasi di satu piring.
Soybêt, terinspirasi dari pedagang susu kedelai malam di Udayana.
Soybêt hadir sebagai sorbet dingin berbahan susu kedelai dengan taburan granola asam manis.
Ringan, segar, dan membangkitkan semangat pagi di Udayana dalam setiap suapan.
Cornelia, mengangkat jajanan jasuke (jagung, susu, keju) ke tingkat fine dining.
Memadukan puff keju crispy, mousse jagung, popcorn caramel, dan crème keju.
Hasilnya adalah hidangan penutup dengan rasa yang akrab namun berpenampilan elegan.
Red Ginger Cane, minuman mojito berbasis air tebu murni, diberi sentuhan jahe hangat dan semangka segar.
Rasanya memadukan manis, hangat, dan segar—seperti suasana jalanan Udayana yang hidup.
Melalui hidangan-hidangan ini, Shefu tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner.
Namun juga mengajak pengunjung untuk berjalan kembali di koridor kenangan Jalan Udayana, melalui rasa, aroma, dan cerita yang menyentuh hati. (Geumie)
Editor : Pujo Nugroho