Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Muncul Dorongan BUMN Kelola Tambang Sumbawa-Dompu

Geumerie Ayu • Selasa, 19 Agustus 2025 | 17:12 WIB

 

 

Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, yang mengolah hasil tambang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah.
Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, yang mengolah hasil tambang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah.
LombokPost – Dewan Pembina Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB Lalu Hery Prihatin menyoroti kebijakan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor emas.

Keterlibatan pihak asing selama ini dinilai terlalu dominan, sehingga keuntungan bangsa sendiri sangat minim.

“Kita ini bangsa besar. Mestinya orang asing kita jadikan pekerja, bukan pengelola utama sumber daya kita,” ujar Hery.

“Suruh mereka olah batu mineral menjadi emas, dan kita bayar jasanya. Bukan malah kita serahkan tambang beserta kekayaannya,” sambungnya.

Dia mengingatkan, cadangan emas di Sumbawa sangat besar dan masih terus dieksploitasi.

Sedangkan Dompu juga memiliki potensi yang kini mulai digarap.

“(Tapi, Red) kita hanya dapat ampasnya. Pola ini harus diubah,” ujarnya.

Hery mendorong pemerintah memberi mandat langsung kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti PT Aneka Tambang (Antam).

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Dengan demikian, pendapatan negara meningkat signifikan dan manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.

Baca Juga: V BTS Bikin Geger, Situs Tiket LA Dodgers Sempat Gangguan Gara-Gara Antusiasme ARMY

“Kalau BUMN yang kelola, hasilnya masuk ke kas negara, bukan ke luar negeri. Ini soal keberanian membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat,” katanya.

Lebih lanjut Hery menekankan, NTB memiliki sumber daya alam yang jika dikelola secara benar dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Kebijakan ke depan harus benar-benar menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya,” tandasnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, nilai ekspor NTB Januari-Juni 2025 mencapai USD 204,45 juta atau turun 85,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Sedangkan nilai ekspor Juni 2025 mencapai USD 93,72 juta atau naik 5.029,50 persen dibanding Juni 2024.

Kelompok komoditas ekspor NTB yang terbesar pada Juni 2025 adalah tembaga USD 88.462.022 atau 94,39 persen.

Disusul komoditas ikan dan udang USD 2,1 juta atau 2,25 persen.

“Gandum-ganduman sebesar USD 1,67 juta (1,79 persen), daging dan ikan olahan USD 655.899 (0,70 persen), Perhiasan/permata USD 587.202 (0,63 persen)” ujarnya. (fer/r6)

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Kadin NTB #EMAS #pengusaha lokal #tambang #BUMN