Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekspor NTB Anjlok, Imbas Lesunya Penjualan Tembaga

Geumerie Ayu • Sabtu, 6 September 2025 | 09:34 WIB

Suasana area Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, yang dioperasikan PT AMNT, beberapa waktu lalu.
Suasana area Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, yang dioperasikan PT AMNT, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, nilai ekspor NTB sepanjang Januari hingga Juli 2025 merosot tajam.

Angka ini turun hingga 80,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan, pada periode Januari-Juli 2025, nilai ekspor NTB hanya mencapai USD 324.020.410.

Jauh berbeda dengan perolehan tahun lalu yang tembus USD 1.624.432.535.

“Nilai ekspor pada Januari–Juli 2025 turun 80,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Khusus Juli 2025, turunnya 42,76 persen dibanding ekspor Juli 2024,” jelasnya.

Penyebab utama anjloknya nilai ekspor ini dikarenakan lesunya penjualan komoditas utama NTB, yakni tembaga.

Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2025, ekspor tembaga hanya menyumbang USD 284.208.211, atau 87,71 persen dari total ekspor.

Disusul perhiasan/permata USD 14.866.901 (4,59 persen), ikan dan udang USD 12.093.076 (3,73 persen), daging dan ikan olahan USD 5.251.045 (1,62 persen).

Kemudian kendaraan dan bagiannya USD 2.060.381 (0,64 persen).

Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Hal ini juga terlihat dari data bulanan.

Pada Juli 2025 saja, nilai ekspor tembaga mencapai USD 108.944.228, yang berkontribusi 91,12 persen dari total ekspor bulan tersebut.

“Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2024, nilai ekspor keseluruhan NTB turun hingga 42,76 persen,” sambungnya.

Selain tembaga, komoditas ekspor lainnya yang menyumbang pendapatan di bulan Juli di antaranya, perhiasan/permata USD 7.522.222 (6,29 persen).

Kemudian ikan dan udang USD 2.102.165 (1,76 persen), daging dan ikan olahan USD 621.244 (0,52 persen), garam, belerang, kapur sebesar USD 249.270 (0,21 persen).

Tiongkok masih memegang posisi teratas sebagai negara tujuan ekspor terbesar.

Nilai mencapai USD 156.906.764 atau 48,42 persen dari total ekspor Januari-Juli 2025.

Disusul Thailand di posisi kedua dengan nilai USD 48.428.513, kemudian Taiwan dengan USD26.796.030.

Negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Vietnam juga menjadi pasar penting bagi produk-produk NTB.

Menurunnya nilai ekspor ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha di NTB.

Diperlukan strategi baru untuk mendongkrak kembali nilai ekspor.

“Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi NTB bisa kembali melaju kencang,” tandasnya.

 

Editor : Jelo Sangaji
#tembaga #anjlok #ekspor #NTB