Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bulog dan Disdag NTB Fokus Tekan Lonjakan Harga Beras  

Geumerie Ayu • Rabu, 10 September 2025 | 05:04 WIB

 

Warga antusias membeli pangan murah di kegiatan GPM di halaman Kantor Camat Narmada, belum lama ini.
Warga antusias membeli pangan murah di kegiatan GPM di halaman Kantor Camat Narmada, belum lama ini.
LombokPost – Bulog  NTB berusaha menekan potensi lonjakan harga beras melalui gerakan pangan murah (GPM), berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) NTB.

Hal ini sebagai upaya menahan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.

GPM bukan hanya respons terhadap keluhan masyarakat.

Namun juga bagian dari strategi untuk memastikan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Pimpinan Wilayah Bulog NTB Sri Muniati mengatakan, kenaikan harga beras kini melanda 214 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk NTB.

Data tersebut didukung kuat oleh hasil pemantauan Disdag NTB.

“Bulog berkoordinasi dengan mereka dan mendapat dukungan penuh untuk mengendalikan laju inflasi. Paling tidak, kami bisa menahan kenaikan harga mingguan,” jelas Sri.

Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, Bulog memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) di berbagai titik.

Selain beras SPHP, Bulog juga menyediakan komoditas lain seperti gula pasir dan minyak goreng.

“Rata-rata setiap kegiatan seperti ini, kami siapkan maksimal dua ton beras SPHP, ditambah gula dan minyak goreng seperlunya,” terang perempuan berhijab ini.

Sri juga menegaskan, upaya stabilisasi harga ini dilakukan di berbaagai wilayah di NTB.

Hal itu untuk memastikan seluruh masyarakat NTB bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

 “Prinsipnya, jangan sampai kita bertindak setelah harga sudah naik tinggi. Justru sebaliknya, kita harus mengantisipasi agar harga stabil dan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” tandas Sri.

Kepala Disdag NTB Jamaludin Malady menambahkan, empat hingga lima kabupaten/kota di NTB masuk dalam daftar daerah dengan kenaikan harga beras, gula, dan minyak goreng.

“Selain Lombok Barat, Lombok Tengah juga masuk data kenaikan harga beras. Karena itu, kegiatan pangan murah ini akan terus kita gelar di kabupaten lainnya,” jelas Jamal.

Menurutnya, pemanfaatan CFD sangat efektif.

Sebab banyak warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar.

Upaya GPM ini, kata Jamal merupakan upaya antisipatif agar kenaikan harga beras tidak semakin membebani masyarakat.

“Distribusi pangan murah secara rutin diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil dan mencegah lonjakan inflasi lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Disdag NTB #gpm #Beras #Bulog NTB #lonjakan harga beras