LombokPost-Pembukaan rute penerbangan internasional baru terus diupayakan.
Yang paling mungkin saat ini adalah rute Lombok-Perth Australia dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Terkait itu, pembicaraan dengan dua maskapai yakni Batik Air dan Air Asia, yang berpotensi melayani rute ini terus dibangun Pemprov NTB.
“Target kita akhir tahun ini penerbangan Lombok-Perth, Australia sudah bisa dibuka,” ungkap Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Senin (15/9).
Pembukaan rute itu diharapkan bisa menjadi pemantik bagi pembukaan rute-rute penerbangan internasional lainya menuju Lombok.
Gubernur Iqbal pun menyebut peluang dibukanya rute penerbangan internasional ini terbuka lebar.
“Rute penerbangan Lombok-Perth sendiri bukan rute baru. Sebelum Pandemi Covid-19 melanda, rute tersebut pernah dilayani oleh maskapai JetStar,” terang Miq Iqbal sapaan akrab gubernur.
Kehadiran rute penerbangan internasional memiliki arti sangat penting bagi NTB, khususnya Lombok.
Terutama dalam upaya mendorong angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Seribu Masjid. Perlu diingat, selama ini jumlah wisatawan dari Australia cukup banyak berkunjung ke NTB.
“Dengan pembukaan rute itu nantinya akan semakin mempermudah akses wisatawan asal Australia untuk datang berkunjung ke daerah ini,” terang Iqbal.
Selain rute penerbangan internasional, Pemprov NTB juga terus mengupayakan memperbanyak rute penerbangan domestik.
Terutama ke destinasi-destinasi wisata nasional seperti ke Labuan Bajo, Semarang, Jogjakarta, hingga Malang.
“Saya harap dengan semakin beragamnya rute domestik di BIZAM akan semakin mempermudah wisatawan domestik untuk datang ke NTB, khususnya Pulau Lombok, begitu pula sebaliknya,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini.
Salah satu masalah selama ini angka kunjungan wisatawan belum maksimal. Disebabkan terbatasnya rute penerbangan menuju Lombok.
Dengan semakin banyaknya rute penerbangan domestik, tentu bisa menjadi faktor pendorong peningkatan angka kunjungan.
Ia mencontohkan, rute penerbangan Lombok-Labuan Bajo, pada awal pembukaan rute jumlah penerbangan hanya tiga kali sepekan. Saat ini menjadi dua kali sehari.
“Hal ini yang kita harapkan ke depan. Dengan semakin banyak penerbangan, maka semakin banyak pula wisatawan yang datang berkunjung ke daerah ini,” katanya.
Terpisah, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (API) Bandara Lombok Stephanus Millyas Wardana mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana penambahan rute internasional.
Hal ini sejalan dengan komitmen API untuk mendukung program Pemprov NTB, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
“Dari sisi kesiapan fasilitas, Bandara Lombok mampu didarati pesawat berbadan lebar sehingga maskapai dapat terbang langsung dari negara asal ke Lombok,” kata dia.
Millyas berkomitmen memberikan layanan prima kepada para pengguna jasa.
Serta berkolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait guna meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke NTB.
Editor : Siti Aeny Maryam