Sebanyak 120 UMKM NTB bakal ikut memeriahkan event MotoGP Mandalika 2025dengan produk terbaik mereka.
Sebelum tampil di MotoGP Mandalika 2025, UMKM-UMKM ini akan menjalani proses kurasi ketat.
Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan, pihaknya berkomitmen mengawal event berskala internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Upaya ini merupakan wujud dukungan nyata untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.
BBPOM Mataram ikut terlibat melakukan kurasi bersama sejumlah stakeholder terkait.
Memastikan produk pangan yang dikonsumsi dan dibeli penonton MotoGP memenuhi standar mutu, keamanan, dan kemanfaatan.
"Event ini merupakan momentum yang sangat baik untuk kita mendukung dan memberdayakan ekonomi lokal,” ujarnya, Senin (22/9).
Dalam proses kurasi UMKM, BBPOM Mataram berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan NTB hingga Dinas Perindustrian NTB.
Proses kurasi UMKM tersebut ditegaskan Yosef akan berlangsung ketat.
"Tujuannya untuk memastikan mereka memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, dan setelah itu, kita berikan sosialisasi terkait keamanan pangan," jelas Yosef.
Proses kurasi ketat ini menjadi kunci penting, mengingat kondisi cuaca panas di Mandalika.
Terutama pada kuliner frozen yang rawan rusak jika tidak disimpan dengan benar.
Pada suhu danger zone, yaitu antara 6°C hingga 59°C, mikroba tumbuh dengan sangat cepat.
“Oleh karena itu, kami memberikan pemahaman agar pelaku usaha memastikan proses pengolahan bersih, pangan panas disimpan dalam kondisi panas, dan pangan dingin disimpan dalam kondisi dingin," terangnya.
Selain itu, BBPOM Mataram juga memperhatikan jenis makanan yang dijual.
Seperti kerupuk yang dianggap tidak praktis untuk dibawa atau dikonsumsi di tengah keramaian.
Selain di area sirkuit, pengawalan BBPOM Mataram juga mencakup ritel-ritel di wilayah sekitar.
BBPOM Mataram melakukan sterilisasi untuk memastikan tidak ada produk ilegal atau yang tidak sesuai ketentuan yang dijual.
Ritel yang memenuhi standar akan diberikan stiker sebagai tanda telah terawasi.
Stiker ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen.
Meski tidak menjamin 100 persen karena ada kemungkinan produk ilegal masuk setelah pemeriksaan, stiker tersebut dilengkapi nomor layanan pengaduan.
“Jadi, konsumen bisa langsung memberikan laporan jika menemukan produk yang mencurigakan," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaluddin Malady menjelaskan, persiapan untuk mengakomodasi para pelaku UMKM sudah dimatangkan.
Pihaknya sudah rapat dengan pihak DKUKM, perdagangan, dan pariwisata, termasuk Pertamina.
Sebanyak 60 tenda khusus dipersiapkan untuk UMKM terpilih nantinya.
Satu tenda akan diisi oleh dua UMKM yang artinya, ada 120 UMKM yang akan berpartisipasi.
"Tentu ada kurasi dulu. Harapannya, UMKM yang sudah pernah hadir di MotoGP sebelumnya bisa memberikan kesempatan kepada UMKM lain tahun ini," terangnya.
Editor : Redaksi Lombok Post