Tujuannya, pengunjung dapat bertransaksi dengan mudah dan nyaman.
Kepala BI NTB Hario K Pamungkas menegaskan, kemudahan transaksi ini menjadi kunci meningkatkan kepuasan pengunjung dan wisatawan.
"Kami juga berkolaborasi dengan Pemprov NTB. Kita juga akan berupaya agar QRIS juga bisa dilaksanakan di tenant-tenant UMKM itu," jelas Hario.
Deputi BI NTB Ignatius Adhi Nugroho menambahkan, pihaknya telah menyiapkan perangkat digital khusus, yaitu QRIS Tap.
Hal itu untuk memastikan implementasi pembayaran digital berjalan mulus.
"UMKM yang di MotoGP, kita siapkan, kita fasilitasilah, QRIS Tap, yang sound block itu. Yang kemarin kita juga pakai di KKNTB. Kita siapkan itu untuk memastikan semua bisa bertransaksi secara digital," jelas Adhi.
Perangkat ini disiapkan untuk 60 UMKM yang merupakan binaan dan pilihan Pemerintah NTB.
Ketersediaan QRIS Tap di puluhan tenant ini menandakan kesiapan infrastruktur digital NTB dalam menyambut event kelas dunia.
"Secara infrastruktur sih sudah siap ya," tambahnya.
Adhi memberikan sinyal positif terkait potensi pasar pembayaran digital di NTB.
"Netzme pun sekarang mau buka cabang di sini. Itu menunjukkan bahwa ada potensi yang besar juga untuk QRIS Tap itu dipasarkan di NTB," bebernya.
Langkah digitalisasi ini tidak hanya memanjakan wisatawan, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi lokal.
Sehingga menjadikan NTB semakin terdepan dalam memanfaatkan teknologi keuangan untuk mendukung sektor pariwisata dan UMKM.
Editor : Jelo Sangaji