Agen-agen Hiswana Migas telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina terkait hal tersebut.
Upaya itu untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan yang tak terhindarkan. Seiring membludaknya wisatawan dan terjadinya pergerakan orang dan barang yang meningkat.
Ketua Hiswana Migas NTB Reza Nurdin mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif, terutama terkait pasokan gas elpiji.
Prioritas utama tetap diberikan pada kebutuhan elpiji 3 kg bagi masyarakat umum.
Koordinasi untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga dilakukan.
Hiswana Migas dan Pertamina mendorong pelaku UMKM di Mandalika untuk menggunakan Bright Gas 5,5 kg.
“Ini juga sudah dari Pertamina support-nya. Jadi untuk UMKM yang ikut dalam kegiatan Mandalika didukung penuh untuk gasnya. Pertamina yang siapkan tabungnya, infonya seperti itu,” ujar Reza.
Dukungan nyata dari Pertamina ini ditujukan bagi sekitar 120 UMKM yang terdaftar di Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
Pertamina dilaporkan akan menyediakan tabung Bright Gas khusus untuk memudahkan operasional mereka.
Selain fokus pada gas bersubsidi dan dukungan UMKM, pasokan Elpiji non-subsidi, baik ukuran 5,5 kg maupun 12 kg, juga dipastikan lancar.
Reza menekankan, agen-agen non-subsidi telah diminta untuk siaga selama masa penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.
“Agen-agen non-subsidi juga sudah diminta mempersiapkan operasional mereka untuk mempersiapkan tambahan selama MotoGP,” terangnya.
Tak hanya elpiji, ketersediaan BBM di seluruh NTB juga dipastikan aman tanpa kendala distribusi.
Reza menjamin stok BBM mencukupi kebutuhan untuk empat hingga lima hari ke depan dan terus dimonitor.
"Stok BBM kita aman untuk semua jenis produk,” tegasnya.
Pj Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Wahyu Dodi Tri Marianggodo mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif.
Pihaknya menambah pasokan Avtur, BBM, dan elpiji di seluruh titik layanan utama.
Misalnya untuk Avtur di Bandara Internasional Lombok, pihaknya melakukan build-up stok.
Selain itu, juga memperkuat koordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara agar layanan energi berjalan lancar.
“Sedangkan untuk BBM transportasi darat, build up stok dilakukan di SPBU guna mengantisipasi peningkatan konsumsi kendaraan penonton MotoGP,” ujar Wahyu.
Selain itu, Wahyu menjelaskan bahwa kebutuhan elpiji juga mendapat perhatian khusus.
Hal itu mengingat tingginya aktivitas UMKM, terutama sektor kuliner, saat event berlangsung.
Pertamina menambah pasokan lebih dari 148.000 tabung selema periode event agar pelaku usaha tetap bisa melayani lonjakan wisatawan dengan lancar.
“Kami juga memperkuat distribusi melalui SPBE, agen, dan pangkalan resmi Pertamina di NTB,” tambahnya.
Secara keseluruhan, suplai energi selama periode 29 September hingga 8 Oktober 2025 diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan.
Konsumsi Avtur diproyeksikan naik menjadi 140 KL per hari dari 91 KL per hari. Untuk gasoline naik menjadi 1.739 KL per hari dari 1.578 KL per hari.
Gasoil naik menjadi 596 KL per hari dari 560 KL per hari, dan elpiji diperkirakan meningkat diatas rata-rata 475 MT per hari.
Seluruh kebutuhan ini telah diantisipasi melalui penguatan stok, penambahan armada distribusi, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak.
Editor : Jelo Sangaji