Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB mencatat peningkatan signifikan pada total omzet yang berhasil diraup UMKM binaan selama ajang balap internasional tersebut.
Kepala DKUKM NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, total omzet pelaku UMKM selama penyelenggaraan MotoGP 2025 tiga hari diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Angka omzet UMKM ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.
"Tahun sebelumnya sebesar Rp 400 juta," ujar Ahmad Masyhuri.
Dijelaskannya, total yang difasilitasi pemerintah untuk berjualan di area Sirkuit Mandalika mencapai 120 UMKM.
Sebanyak 60 UMKM difasilitasi Pemprov NTB dan 60 UMKM lainnya difasilitasi Pemkab Lombok Tengah.
"Dari total 120 UMKM yang kita libatkan, 80 persen bergerak di usaha kuliner, sisanya 20 persen di usaha kerajinan," jelasnya.
Menurut Ahmad, keterlibatan UMKM tahun ini jauh lebih terstruktur karena turut melibatkan asosiasi atau organisasi pelaku UMKM.
Hal itu membuat semua pihak merasa terwakili dalam ajang besar ini.
Pihaknya juga mengapresiai ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) atas penyediaan tempat yang layak bagi para pelaku UMKM.
Lebih lanjut, Ahmad menekankan manfaat dari ajang MotoGP tidak boleh hanya diukur dari omzet semata.
Hal terpenting, acara ini harus dimanfaatkan sebagai misi pembelajaran bagi para pelaku UMKM.
"UMKM belajar untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing. Tidak bisa dipungkiri, 60 persen penggerak ekonomi negara kita berasal dari UMKM," tegasnya.
Dorongan untuk meningkatkan kualitas produk ini dinilai Ahmad penting.
Tujuannya agar UMKM NTB tidak hanya sukses di tingkat lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar dan ekspektasi pengunjung internasional.
“Sehingga manfaat ekonomi dari Sirkuit Mandalika dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Wahyu Prihadi, salah seorang penonton MotGP mengatakan, berbelanja sejumlah barang.
“Pas di dalam beli makan dan minum, rice bowl dan es teh itu Rp 30 ribu,” ujarnya.
Kemudian, saat di luar arena sirkuit, dia juga membeli topi sebagai oleh-oleh.
“Dapat harga Rp 50 ribu untuk dua topi, jadi ya tidak mahal sih,” ujarnya.
Editor : Siti Aeny Maryam