Festival kuliner otentik ini memboyong lebih dari 40 tenant legendaris dari berbagai penjuru Indonesia, 9-26 Oktober di atrium LEM.
Festival ini benar-benar mengajak pengunjung menyelami budaya Indonesia melalui cita rasa otentik yang melegenda.
Ada beberapa nama besar yang turut meramaikan festival ini, di antaranya, Kepala Manyung Bu Fat 1969 dari Semarang, Klepon Legend Asli Gianyar (sejak 1992), Nasi Goreng Babat Semar 1989 Semarang.
Empal Gentong & Tahu Gejrot Mang Darma 1947 Cirebon, Gudeg Koyor Yu’Tin 1994 Yogyakarta, Es Puter Conglik KH Ahmad Dahlan 1970 Semarang, aneka Kue Jadoel Jakarta dan masih banyak lagi.
CEO Samsaka Group/Jiiscomm Febriyanto Rachmat menyatakan kebanggaannya memilih Mataram sebagai salah satu kota singgahan.
“Masyarakat Lombok kini dapat mencicipi, menikmati, sekaligus bertemu langsung dengan pedagang makanan legenda Indonesia, tanpa perlu jauh-jauh ke kota asal mereka," terangnya.
Roadshow Festival Kuliner Tjap Legende Lombok bukan hanya tentang makanan.
Tapi juga tentang merayakan keragaman budaya, serta menghargai warisan kuliner yang kaya.
Melalui gelaran ini pihaknya mengajak masyarakat merayakan kekayaan rasa dan tradisi kuliner Nusantara yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.
“Kami percaya makanan bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga sarana untuk mengenal budaya, mempererat hubungan, dan membangkitkan nostalgia akan cita rasa masa lalu yang melegenda,” sambungnya.
GM LEM Salim Abdad mengatakan, event ini merupakan wujud komitmen menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar pusat perbelanjaan.
Dari pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, pihak mall telah melakukan penyempurnaan signifikan demi kenyamanan pengunjung dan tenant.
"Kami sudah siapkan exhaust yang mumpuni agar asap tidak terlalu terlihat, sehingga customer nyaman dan tenant juga nyaman. Kebersihan juga kami tingkatkan, " jelas Salim.
Festival Kuliner Tjap Legende ini diharapkan menjadi daya tarik baru dan menjadi kegiatan tahunan, selaras dengan tren yang dilakukan mall besar di kota lain.
“Sekarang ada varian-varian baru kita datangkan supaya merasa lebih banyak varian yang bisa dicoba,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam