Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MIM Foundation Mataram Juara Nasional Pengelolaan ZISWAF, NTB Kian Kuat Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Global

Geumerie Ayu • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:14 WIB

MIM Foundation Mataram juara nasional pengelolaan ZISWAF, NTB kian kuat sebagai pusat ekonomi syariah global
MIM Foundation Mataram juara nasional pengelolaan ZISWAF, NTB kian kuat sebagai pusat ekonomi syariah global
LombokPost – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan kekuatan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Hal tersebut ditorehkan pada gelaran akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 tahun 2025, yang ditutup secara resmi pada 9 Oktober 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pada ajang bergengsi tersebut, MIM Foundation Mataram berhasil meraih gelar Juara Nasional Pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

Prestasi gemilang ini tak hanya mengharumkan nama NTB, tetapi juga memperkuat legitimasi atas penetapan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf Tahun 2025 oleh Kementerian Agama RI.

Direktur MIM Foundation M Romi Saefudin menyebutkan, keunggulan utama mereka adalah inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor ZISWAF di NTB memiliki potensi masif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi, sekaligus wujud nyata dari visi NTB yang Makmur, Mendunia, dan Penuh Berkah.

Capaian MIM Foundation melengkapi manisnya prestasi NTB di tingkat nasional.

Sebelumnya, NTB telah menyabet dua penghargaan dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.

Yakni Juara III Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Nasional dan Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination dengan keunggulan "Setting a Global Benchmark in Muslim-Friendly Tourism & Sports."

Tak hanya itu, produk-produk UMKM NTB juga mencuri perhatian di ISEF 2025.

Pada sesi showcasing Gerbang Santri, seluruh produk sambal olahan dan kerupuk kulit dari Pondok Pesantren Nurul Hakim ludes terjual.

Respon positif juga terlihat di area Halal Mart, di mana seluruh produk makanan olahan UMKM NTB laris manis.

Para pelaku kriya dan wastra (tenun) NTB, seperti Lombok Mutiara Wahidah, Erina Gallery, Ana Pearls, Lamops & Concha, serta Cahya House dan Totimori, juga mencatatkan penjualan optimal dan sukses unjuk gigi di panggung modest fashion dunia IN2MOTIONFEST—bagian dari rangkaian ISEF 2025.

Menanggapi berbagai capaian ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTB Hario K Pamungkas menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan segenap stakeholders, mulai dari Pemda, perbankan, pesantren, hingga lembaga ZISWAF.

"Upaya ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun kemandirian ekonomi umat serta mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia, guna mewujudkan Indonesia yang makmur dan sejahtera," jelas Hario.

Penutupan ISEF 2025 yang mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif” ditutup oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Dalam sambutannya, Destry menekankan pentingnya penguatan produk dan layanan keuangan syariah.

"Mari kita jadikan capaian ini sebagai langkah awal untuk terus bersinergi mewujudkan ekonomi dan keuangan syariah yang menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif," tutup Destry.

ISEF 2025 sendiri mencatatkan sukses luar biasa dengan transaksi mencapai Rp3,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan, dan menarik 450.000 pengunjung, menunjukkan semakin kokohnya peran Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.

Editor : Siti Aeny Maryam
#pusat ekonomi syariah #MIM Foundation #global #Mataram #NTB