Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ancaman Mata Kering Mengintai, Waspadai Gejala yang Berisiko Ganggu Produktivitas dan Kualitas Hidup

Nurul Hidayati • Sabtu, 8 November 2025 | 04:22 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Masalah mata kering ternyata jauh lebih umum dan serius dari yang dibayangkan.

Sayangnya, fenomena yang disebut Mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) ini sering diabaikan oleh masyarakat, padahal jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering berisiko tinggi mengganggu produktivitas harian dan bahkan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menanggapi rendahnya kesadaran ini, INSTO, melalui produk INSTO Dry Eyes, meluncurkan kampanye edukasi bertajuk "Bebas Mata SePeLe". Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia terhadap tiga gejala utama mata kering yang kerap disepelekan tersebut.

 Baca Juga: Bukan Mata Merah Biasa, JEC Peringatkan Ancaman Uveitis dan Gangguan Retina yang Sering Diabaikan

Dokter Mata Ingatkan Bahaya Abai Gejala Awal

Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa mata kering merupakan masalah klinis yang sangat banyak ditemui.

“Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering,” jelas Dr. Eka.

 Baca Juga: JEC Hadirkan Prosedur RLE untuk Mengembalikan Produktivitas dan Kualitas Hidup Penyandang Presbiopia

Beliau menekankan bahwa mata terasa sepet, perih, dan lelah seringkali sudah muncul sejak lama, namun diabaikan.

 Jika gejala awal ini disadari dan ditangani sejak dini, kondisi mata kering bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat.

Dr. Eka menyarankan, jika seseorang mengalami gejala ini, konsultasi dengan dokter spesialis mata adalah langkah wajib.

 Baca Juga: JEC Luncurkan Matapedia, Ensiklopedia Digital Kesehatan Mata Pertama di Indonesia, Bersamaan dengan JECIM 2025

Penanganan yang Taylormade dan Solusi Tetes Mata

Menurut Dr. Eka, mata kering memiliki jenis dan derajat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penatalaksanaannya bersifat taylormade (disesuaikan) untuk setiap orang.

Tatalaksana untuk mata kering beragam, meliputi kompres hangat. Lid hygiene (kebersihan kelopak mata). Latihan berkedip. Pemberian artificial tears (air mata buatan) serta vitamin penunjang seperti omega-3.

Bahkan, pada gejala yang sangat berat, penanganan bisa sampai membutuhkan tindakan operasi.

INSTO Dry Eyes hadir sebagai salah satu solusi untuk mengatasi gejala mata kering ringan hingga sedang. Produk ini diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC).

Kampanye
Kampanye

Kandungan aktif ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) kepada WHO sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering.

 HPMC bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata, efektif meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata alami.

Direktur PT Combiphar Weitarsa Hendarto menutup dengan menegaskan komitmen kesehatan.

“Menjaga kualitas kesehatan mata merupakan gerbang utama menuju masyarakat yang lebih produktif, aktif, dan bahagia,”  kata dia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Edukasi #Parah #Kampanye #Dokter #mata