Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Touring Lebih dari Sekadar Riding, Solidaritas Tidak Hanya Slogan

H
Penulis: Hamdani Wathoni❯
PERSAUDARAAN TANPA BATAS: Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok, Ketua N-Max Rider (NR), X-Max Rider (XR) Lombok, dan Brotherhood bersama para anggotanya menjelajah nusantara menggunakan sepeda motor. (DOK TISTE LOMBOK)
PERSAUDARAAN TANPA BATAS: Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok, Ketua N-Max Rider (NR), X-Max Rider (XR) Lombok, dan Brotherhood saat menjelajah nusantara menggunakan sepeda motor. (DOK TISTE LOMBOK)

Advertisement

LombokPost - Deru mesin motor mungkin menjadi hal pertama yang terdengar saat komunitas touring memulai perjalanan. Namun di balik helm, jaket, dan ratusan kilometer yang ditempuh, tersimpan cerita tentang persahabatan, solidaritas, kecintaan pada alam, hingga upaya mengenalkan keindahan daerah kepada lebih banyak orang.

Bagi para rider, touring bukan sekadar aktivitas berkendara, melainkan gaya hidup yang menghadirkan pengalaman, kebersamaan, dan makna dalam setiap perjalanan. Akhir pekan menjadi waktu yang dinanti banyak anggota komunitas motor di Lombok.

Sejak pagi, mereka berkumpul di titik temu sebelum memulai perjalanan menuju berbagai destinasi, mulai dari pesisir Senggigi, perbukitan Sembalun, hingga kawasan selatan Mandalika. Meski identik dengan hobi otomotif, touring kini berkembang menjadi lebih dari sekadar riding. Aktivitas ini menjadi wadah mempererat persaudaraan, menikmati pesona alam, melepas penat dari rutinitas, sekaligus turut mempromosikan destinasi wisata dan menggerakkan ekonomi lokal di sepanjang rute yang dilalui.

Tiap Kilometer Punya Cerita

Nama Mujahidin Asyari atau yang akrab disapa Tiste Lombok sudah tidak asing di kalangan pencinta otomotif. Baginya, jalanan adalah ruang guru kehidupan. 

Advertisement

Pria asal Desa Batu Nyala, Praya Tengah, Lombok Tengah ini membuktikan bahwa hobi touring bukan sekadar pamer kendaraan, melainkan ruang untuk merajut persaudaraan yang menembus batas usia dan wilayah.

Dia sosok sentral di balik berdirinya N-Max Rider (NR) dan X-Max Rider (XR) Lombok. Hebatnya, karena dedikasi dan loyalitasnya, ia didapuk sebagai ketua seumur hidup untuk komunitas tersebut.

“Kalau N-Max ini saya dirikan sejak pertama kali motor tersebut keluar di Indonesia, sekitar tahun 2016. Tahun ini kami bersiap menyambut hari ulang tahun komunitas yang ke-11,” ujar Tiste kepada Lombok Post.

Selain memimpin komunitas matik bongsor, Tiste juga aktif dalam komunitas bernama Brotherhood. Uniknya, komunitas ini menjadi wadah khusus bagi para pencinta motor yang telah berusia di atas 40 tahun. Sebuah perkumpulan yang ia sebut sebagai tempat berkumpulnya 'bapak-bapak dan ibu-ibu.' Di Brotherhood, anggotanya rata-rata adalah individu yang sudah mapan, baik dalam berpikir, mengambil keputusan, maupun secara ekonomi.

Saat ini, total anggota gabungan NR dan XR di bawah naungannya telah mencapai sekitar 200 orang yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB. Sementara untuk Brotherhood sendiri memiliki anggota sekitar 150-an orang se-NTB, dan khusus untuk X-Max Rider murni tercatat ada 25 anggota aktif.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polres Lotim Bekuk Pelaku Curanmor di Masjid Masbagik

Polres Lotim Bekuk Pelaku Curanmor di Masjid Masbagik

Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil menangkap dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor di salah satu masjid di Kecamatan Masbagik,

Sempat Melawan, Polisi Lumpuhkan Terduga Pelaku Curanmor di Sembalun

Sempat Melawan, Polisi Lumpuhkan Terduga Pelaku Curanmor di Sembalun

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polres Lombok Timur (Lotim) bersama Unit Reskrim Polsek Sembalun berhasil menangkap pelaku curanmor

Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Sepeda Motor terduga Pelaku Dibakar Masa

Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Sepeda Motor terduga Pelaku Dibakar Masa

Seorang perempuan berinisial N, 24 tahun dan seorang laki-laki berinisial M 28 tahun nyaris diamuk masa, setelah diduga selingkuh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer