Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Mall Fasilitasi Pemasaran Produk Warga Binaan

Geumerie Ayu • Sabtu, 8 November 2025 | 18:05 WIB

Kepala Kanwil Ditjenpas NTB Agung Krisna dan Kepala UPTD BP3UD Disdag NTB Lalu Afghan Muharor menandatangani MoU  terkait pemasaran produk WBP di NTB Mall, Kamis (6/11)
Kepala Kanwil Ditjenpas NTB Agung Krisna dan Kepala UPTD BP3UD Disdag NTB Lalu Afghan Muharor menandatangani MoU terkait pemasaran produk WBP di NTB Mall, Kamis (6/11)
LombokPost - Berbagai produk buatan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kini sudah masuk NTB Mall, wadah resmi pemasaran dan promosi produk milik Pemprov NTB. 

Hal itu merupakan bagian dari kerja sama Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB dengan Dinas Perdagangan NTB.

Pengelola NTB Mall sekaligus Kepala UPTD BP3UD Disdag NTB Lalu Afghan Muharor mengatakan, kolaborasi ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas.

Kerja sama ini sebagai langkah monumental dalam membangun model pembinaan berbasis ekonomi berkelanjutan.

Masuknya produk WBP ke NTB Mall akan memperkaya variasi produk lokal.
Selain itu, juga memperkuat citra NTB sebagai daerah yang peduli pada pemberdayaan sosial.

Platform NTB Mall sendiri selama ini dikenal sebagai etalase promosi dan penjualan UMKM unggulan se-NTB.

“Kami menyambut baik kerja sama ini, karena selain memperkaya variasi produk lokal juga memperkuat citra NTB,” ujarnya.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTB Agung Krisna menegaskan, sinergi ini adalah upaya konkret.

Tujuannya, agar WBP tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memperoleh keterampilan dan kesempatan nyata untuk mandiri.

“Kami ingin warga binaan punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan mandiri melalui karya mereka,” ujar Agung.

Melalui kolaborasi ini, beragam produk unggulan hasil karya WBP di seluruh Lapas dan Rutan NTB kini memiliki jalur pemasaran yang pasti. Baik secara offline maupun online.

Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan seperti kerajinan cukli khas Lombok, Batik Tulis, Batik Gembok, produk pangan olahan dan hasil ketahanan pangan Lapas.

Selain memperluas pemasaran, kerja sama ini juga mencakup aspek pendampingan peningkatan mutu produk.

Kemudian fasilitasi promosi melalui pameran dan kegiatan UMKM, serta dukungan digitalisasi pemasaran.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker) dan Pengelolaan Hasil Kerja (PHK) Lapas Kelas IIA Lombok Barat I Putu Ganesa Cakrawanasis menilai terobosan ini sangat krusial.

Terutama dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

“Tidak hanya soal penjualan, tapi bagaimana karya mereka mendapat tempat di pasar dan diterima masyarakat. Ini bagian dari proses reintegrasi sosial yang nyata,” tegas Ganesa.

Dengan adanya akses pasar resmi ini, diharapkan semangat berkarya dan kemandirian ekonomi WBP dapat terus tumbuh.

“Sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Ditjenpas NTB #WBP #produk #NTB Mall #pemasaran #Promosi