Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bulog NTB Dapat Lampu Hijau Bangun 11 Gudang Baru dan Sentra Pengolahan Jagung

Geumerie Ayu • Selasa, 11 November 2025 | 11:55 WIB

 

Bulog ntb dapat lampu hijau bangun 11 gudang baru dan sentra pengolahan jagung.
Bulog ntb dapat lampu hijau bangun 11 gudang baru dan sentra pengolahan jagung.
LombokPost – Perum Bulog NTB mengajukan pembangunan 11 unit gudang baru serta sentra pengeringan dan pengolahan jagung ke pusat.

Gudang baru yang diajukan tersebut memiliki total kapasitas penyimpanan mencapai 21.500 ton.

Pembangunan gudang baru dengan kapasitas besar ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan NTB sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.

Terutama dalam mengelola dan menyimpan komoditas utama seperti beras dan jagung.

Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar mengatakan, usulan pembangunan ini telah mendapatkan lampu hijau dari kantor pusat.

Realisasi pembangunan ditargetkan mulai berjalan awal tahun mendatang.

"Total ada 11 lokasi yang diusulkan, dengan kapasitas keseluruhan sekitar 21.500 ton," ujar Mara.

Rencana pembangunan 11 gudang baru ini tersebar di beberapa sentra produksi di NTB.

Di antaranya, Lombok Timur lima unit gudang, Sumbawa empat unit gudang, Dompu dan Bima masing-masing satu unit gudang.

Selain gudang penyimpanan, Bulog NTB juga mengajukan pembangunan satu sentra pengeringan dan pengolahan jagung dengan kapasitas 10 ton per jam.

Fasilitas terpadu ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan memperlancar rantai pasok jagung.

Terutama mengingat NTB merupakan produsen jagung unggulan nasional.

"Pembangunan ini tidak hanya untuk penyimpanan beras, tapi juga untuk mendukung rantai pasok komoditas jagung. Fasilitas pengeringan dan silo akan memperkuat kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan," jelas Mara.

Dengan penambahan 21.500 ton, total kapasitas penyimpanan Bulog NTB akan meningkat dari 171 ribu ton menjadi sekitar 182 ribu ton.

Peningkatan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk membangun 100 unit gudang baru di seluruh Indonesia.

Meski terjadi peningkatan, Mara Kamin mengakui kapasitas tersebut masih belum ideal untuk menampung seluruh hasil panen raya di NTB.

 "Sebab itu, kita juga melakukan mobilisasi stok (mobnas) dari NTB ke wilayah defisit seperti Bali dan NTT," tambahnya.

Sebagai lumbung pangan, Bulog NTB tahun ini telah menyalurkan sekitar 20 ribu ton beras ke NTT.

Sementara itu, sebagian stok jagung juga dikirimkan ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kendati demikian, Mara memastikan stok beras di NTB saat ini masih aman untuk kebutuhan enam bulan ke depan.

Terkait nilai investasi untuk pembangunan 11 gudang tersebut, Mara mengatakan, penetapan anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan kantor pusat.

"Kita hanya mengusulkan lokasi dan kapasitas. Nilai investasinya menunggu keputusan pusat. Pembangunan ini juga merupakan bagian dari program nasional pemerintah," tandasnya.

 

Editor : Kimda Farida
#lampu hijau #sentra pengolahan jagung #Padi #Pusat #Bulog NTB #gudang baru