Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Remitansi Jadi Peluang Investasi Pasar Modal, BEI NTB Bidik Pekerja Migran

Geumerie Ayu • Selasa, 11 November 2025 | 12:47 WIB

Sejumlah penumpang yang tengah melakukan check in, sebelum keberangkatan di BIZAM, beberapa waktu lalu.
Sejumlah penumpang yang tengah melakukan check in, sebelum keberangkatan di BIZAM, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB mengambil langkah proaktif untuk memperluas inklusi keuangan.

Salah satunya dengan menyasar salah satu segmen populasi terbesar, yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB.

BEI NTB ingin mengubah status para pekerja migran, yang selama ini dikenal sebagai pengirim remitansi terbesar, menjadi investor aktif di pasar modal.

Kepala BEI Mataram Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan, inisiatif ini didorong keinginan positif.

Yakni agar pendapatan PMI tidak hanya habis untuk hal-hal bersifat konsumtif. 

“Kami ingin mereka mampu mengelola keuangan secara baik,” ujar Sandiana, Minggu (9/11).

Pada pertengahan 2025, BEI NTB telah menginisiasi Program Pekerja Migran Cerdas Investasi.

Program ini merupakan pembekalan literasi pasar modal yang menyasar langsung para calon pekerja migran sebelum mereka berangkat ke luar negeri. 

BEI NTB berkolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan akademisi untuk menjangkau daerah-daerah kantong PMI.

Edukasi langsung telah diberikan di desa-desa padat pekerja migran di Lombok Barat, seperti Desa Batu Kuta dan Desa Tempos.

"Tujuannya, agar saat mereka mendapatkan gaji bisa ditabung dan diinvestasikan ke pasar modal," sambungnya.

Diharapkan, setelah kembali ke tanah air, PMI tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga memiliki tabungan dan portofolio investasi.

Hal tersebut dapat menjadi modal usaha atau sumber pendapatan pasca kepulangan.

Fokus BEI NTB pada segmen ini sangat beralasan.

Data dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat, selama periode Januari-Juni 2025, NTB berada di urutan keempat penyumbang pekerja migran terbanyak secara nasional, dengan total 15.333 orang.

Mayoritas PMI berasal dari Pulau Lombok, di antaranya, Lombok Timur 5.840 orang atau 38 persen. Disusul Lombok Tengah 4.193 orang, dan Lombok Barat 2.200 orang.

Sementara itu, jumlah remitansi yang dicatat BPS periode Januari hingga September 2025 mencapai Rp 167,82 miliar.

Sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 223,17 miliar.

“Artinya, potensi dana yang mengalir ke NTB tetap sangat besar dan perlu dikelola secara produktif,” tandasnya.

 

Editor : Kimda Farida
#investasi #pekerja migran indonesia #PMI #pasar modal #BEI NTB #Inklusi Keuangan #Remitansi