Hal itu guna mengatasi masalah antrean dan ketidakpastian waktu bagi pengguna jasa penyeberangan ke Gili Tramena.
Secara resmi, KKB telah menerapkan jadwal keberangkatan kapal reguler setiap 30 menit sekali.
Kebijakan ini diberlakukan untuk meningkatkan kenyamanan, kepastian waktu, sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran.
Ketua KKB Bangsal Sabarudin menegaskan, sistem keberangkatan berkala ini adalah solusi untuk mengurangi penumpukan penumpang di dermaga.
Dengan pola ini, wisatawan maupun pekerja yang beraktivitas di Gili Tramena kini memiliki kepastian waktu yang lebih baik.
“Dengan sistem ini, para wisatawan sudah tidak perlu menunggu terlalu lama. Mereka bisa menyesuaikan jam keberangkatan dengan jadwal kegiatan wisata masing-masing,” ujar Sabarudin, Jumat (7/11).
Kunci dari keberhasilan implementasi jadwal 30 menit ini adalah komitmen untuk tetap memberangkatkan kapal meski jumlah penumpang belum penuh.
Untuk memastikan keberlanjutan operasional dan keadilan antaranggota koperasi, KKB menerapkan sistem subsidi silang.
“Pola ini kami yakin dapat mencegah overload kapal yang membahayakan dan membuat penumpang tidak nyaman,” jelasnya.
Komitmen ini menunjukkan fokus KKB bukan hanya pada efisiensi, tetapi juga pada aspek keselamatan penumpang.
Kebijakan baru ini disambut hangat para pengguna jasa yang selama ini sering mengeluhkan waktu tunggu yang tidak pasti.
Seorang karyawan hotel di Gili Trawangan Raden Dedi menyatakan sistem ini sangat membantu pekerja.
“Kami yang bekerja di Gili tidak takut telat dengan pola baru ini. Kami punya kepastian waktu,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan wisatawan asal Mataram Azra Mulyani. Ia mengapresiasi jadwal baru yang jauh lebih fleksibel.
“Jadi saya bisa prepare dan kemas barang dari rumah, bisa pilih waktu keberangkatan juga,” katanya.
Selain penerapan jadwal reguler, KKB juga terus meningkatkan standar keselamatan pelayaran.
Sejak 1 November 2025, KKB mulai menguji coba pemisahan kapal khusus penumpang dan kapal barang.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan secara signifikan. Yakni dengan mengurangi risiko barang yang dibawa bersama penumpang di kapal kecil.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Dende Dewi Tresna Budi Astuti mengapresiasi inovasi yang dilakukan KKB ini.
Ia berharap sistem yang berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan ini dapat segera direplikasi.
“Berharap pola ini juga diterapkan di Pelabuhan Gili Trawangan agar wisatawan merasa nyaman dan kembali lagi berkunjung ke tiga gili,”pungkasnya.
Editor : Marthadi