Nama produknya, Teh Daun Kelor Lombok.
Rudi, pemuda Desa Prigi melihat potensi besar dari melimpahnya pohon kelor liar di wilayahnya.
Tercetuslah ide membuat sebuah produk bernilai lebih tinggi.
Pembina sekaligus penggerak pemasaran Teh Daun Kelor Lombok ini menjelaskan, ide awal ini juga didorong oleh antusiasme masyarakat.
"Kami ingin potensi ini jadi sumber penghasilan bagi warga, terutama ibu rumah tangga," beber Rudi.
Proses pengolahan teh kelor dilakukan secara higienis.
Mulai dari pengeringan daun kelor selama dua hingga tiga hari di bawah cuaca panas.
Setelah kering, daun diekstrak lalu dioven untuk memastikan daya tahan produk dan menjaga aroma alaminya.
“Produk Teh Daun Kelor Lombok ini kini telah memiliki izin edar P-IRT dan diproduksi dengan standar kebersihan yang terjamin,” sambungnya.
Perjalanan Rudi dalam membangun UMKM Desa Prigi ini tak lepas dari tantangan.
Terutama fluktuasi semangat masyarakat dan keterbatasan pasokan di musim tertentu.
Namun, ia menekankan pentingnya saling menguatkan. "Dengan semangat bersama, semua bisa berkembang," kata Rudi.
Seiring berjalan waktu, warga mulai merasakan manfaat ekonomi langsung.
Sejumlah ibu rumah tangga kini memperoleh penghasilan tambahan. Sementara anak muda turut aktif dalam promosi dan distribusi produk.
Dalam hal pemasaran, Rudi tak hanya mengandalkan event lokal seperti car free day dan car free night, tetapi juga merambah digital.
“Kami juga jualan lewat toko online dan media sosial,” jelas Rudi.
Keberhasilan UMKM ini semakin didukung oleh reputasi kelor sebagai tanaman super.
Rudi, mengutip informasi dari berbagai sumber, begitu banyak manfaat utama yang bisa diperoleh dari rutin mengonsumsi teh daun kelor.
Misalnya, peningkat imunitas karena kandungan antioksidan alami yang tinggi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Teh Daun Kelor Lombok disajikan dengan cara yang sangat sederhana.
Yakni seduh satu kantong teh dengan air panas, diamkan hingga warna air berubah kekuningan.
Editor : Siti Aeny Maryam