Sambal rumahan yang kini menjadi favorit di toko oleh-oleh hingga rumah makan di Mataram.
Siapa sangka, ide cemerlang di balik produk Sambal Kriuk yang populer ini berawal dari kebutuhan pribadi seorang ibu.
Hal ini dituturkan pemilik Gedeng Sambel, Rabiatul Hadawia atau Bunda Ipunk, sapaan akrabnya.
Dia terinspirasi dari keinginannya untuk menciptakan lauk yang praktis, awet, dan tahan lama.
Hal itu sebagai bekal untuk anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
"Berharapnya bisa awet selama sebulan, tapi belum seminggu sudah habis karena ternyata teman-temannya juga pada suka," tuturnya.
Respons positif dari lingkungan pesantren inilah yang mendorongnya untuk serius mengembangkan resepnya menjadi sebuah bisnis.
Meski pun baru memulai usaha pada tahun 2025, Gedeng Sambel tidak hanya fokus pada Sambal Kriuk.
Bunda Ipunk telah mengembangkan beberapa varian produk yang siap memanjakan lidah.
Di antaranya, bawang goreng pedas, bawang goreng crunchy, abon ikan pedas, abon ikan original, dan sambal rebon.
Saat ini, fokus pemasaran Gedeng Sambel masih terkonsentrasi di area lokal Mataram.
Dia memanfaatkan metode promosi dari mulut ke mulut dan membangun jejaring melalui komunitas yang diikutinya.
Produknya kini dapat ditemukan di berbagai titik penjualan, seperti toko oleh-oleh, gerai rumah makan, dan toko bakery lokal.
Untuk memperluas jangkauan, penjualan di Mataram dilakukan secara efektif melalui sistem reseller.
Selain itu, meski pun belum memanfaatkan marketplace, Bunda Ipunk telah aktif menggunakan platform digital seperti Instagram dan Facebook untuk pemasaran dan membangun loyalitas pelanggan.
Editor : Siti Aeny Maryam