Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BTN Resmi Spin Off Unit Usaha Syariah, Dialihkan ke Bank Syariah Nasional

Redaksi Lombok Post • Selasa, 18 November 2025 | 23:28 WIB

APRESIASI NASABAH: Kepala Bank BTN Cabang Mataram Alem Wijaya memberikan bingkisan pada nasabah terpilih sebagai bentuk apresiasi di Hari Pelanggan Nasional 2024, di Kantor BTN Cabang Mataram.
APRESIASI NASABAH: Kepala Bank BTN Cabang Mataram Alem Wijaya memberikan bingkisan pada nasabah terpilih sebagai bentuk apresiasi di Hari Pelanggan Nasional 2024, di Kantor BTN Cabang Mataram.
LombokPost -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi memutuskan pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS) miliknya. UUS BTN tersebut selanjutnya diserahkan kepada PT Bank Syariah Nasional (BSN).

Seluruh hak dan kewajiban UUS BTN akan dialihkan ke BSN, dan penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah akan menempatkan BSN sebagai Bank Umum Syariah (BUS) terbesar kedua di Indonesia dengan total aset sebesar Rp 71,3 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa total aset UUS BTN telah melampaui batas pemisahan sesuai ketentuan Pasal 59 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12/2023 sejak kuartal IV 2023. Laporan keuangan 2023 yang diaudit menunjukkan aset UUS BTN mencapai Rp 54,3 triliun.

“Oleh karena itu, perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau spin off UUS,” kata Nixon dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Jakarta, Senin (18/11).

Baca Juga: Bank BTN Buka Lowongan Kerja, Minat? Daftar di Link ini

Dari sisi kinerja, UUS BTN menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020-2024, aset tumbuh 16,36 persen, pembiayaan naik 15,04 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 20,12 persen. Kontribusi UUS terhadap total aset BTN melonjak dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,9 persen pada 2024.

"Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh," ungkap Nixon.

Setelah spin off dilakukan, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan dialihkan secara resmi ke BSN. Finalisasi pengalihan akan diputuskan dalam RUPSLB BSN pada hari ini (19/11). Dengan penggabungan tersebut, aset BSN mencapai Rp 71,3 triliun dan menempatkannya sebagai bank syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia.

Editor : Redaksi Lombok Post
#btn #Bank Syariah Nasional #Bank Victoria