LombokPost – Angka ini mengejutkan: 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia hidup dengan tekanan darah tinggi, namun hanya 18,9 persen yang berhasil mengendalikan kondisi mereka.
Artinya, lebih dari 81 persen penyandang hipertensi di Indonesia berisiko tinggi mengalami komplikasi mematikan seperti strok, serangan jantung, hingga gagal ginjal.
Kondisi ini dijuluki 'the silent killer' karena sering tanpa gejala, dan pasien baru tersadar setelah mengalami kerusakan serius pada organ vital.
Bayer Indonesia, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, menggelar sesi edukasi "The Science Behind: The Importance of 24-hour Hypertension Management" untuk mengungkap ancaman nyata yang sering diabaikan: morning surge.
Morning Surge: Momen Paling Berbahaya
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, menekankan bahwa fase paling kritis adalah morning surge, yaitu lonjakan tekanan darah tajam antara pukul 06.00–10.00 pagi.
"Morning surge adalah momen paling berisiko. Lonjakan tekanan darah setelah bangun tidur dapat memicu strok atau serangan jantung, terutama pada pasien hipertensi derajat 2 dan 3," tegas dr. Tunggul.
Sayangnya, tingginya angka hipertensi tak terkendali (81,1 persen) di Indonesia disebabkan rendahnya kepatuhan pasien.
Terutama terhadap pengobatan dan minimnya pemantauan tekanan darah secara mandiri.
Rahasia Kepatuhan 24 Jam dengan Teknologi OROS
Pengendalian tekanan darah harus berlangsung stabil selama 24 jam, bukan hanya saat kunjungan ke dokter. Bayer menawarkan solusi ilmiah melalui pemanfaatan teknologi Osmotic-controlled Release Oral Delivery System (OROS) pada obat Nifedipine GITS.
dr. Irawan Septian Nugroho, MBBS, MMed (Int. Med), Medical Lead Bayer Indonesia, menjelaskan, "Teknologi OROS bekerja dengan tekanan osmotik untuk melepaskan kandungan obat secara perlahan dan konsisten selama 24 jam penuh. Ini menjaga kadar obat dalam darah tetap datar dan stabil, melindungi pasien dari morning surge, dan yang terpenting, meningkatkan kepatuhan karena cukup dikonsumsi sekali sehari."
Studi klinis skala besar menunjukkan bahwa Nifedipine GITS (OROS) efektif memberikan penurunan tekanan darah stabil tanpa efek samping seperti hipotensi atau peningkatan detak jantung. Dengan mematuhi terapi dan memantau tekanan darah mandiri, penurunan 10mmHg tekanan darah sistolik saja dapat mengurangi risiko strok hingga 27 persen.
Bayer berkomitmen untuk membantu pasien Indonesia mengelola hipertensi secara optimal dan menghindari komplikasi serius melalui edukasi berbasis sains dan penyediaan obat inovatif berteknologi OROS.
Editor : Pujo Nugroho