Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kakao Unik Jabat Manjulu Dilirik Pasar Filipina Hingga Amerika

Geumerie Ayu • Rabu, 26 November 2025 | 18:59 WIB

Kakao unik jabat manjulu dilirik pasar filipina hingga amerika.
Kakao unik jabat manjulu dilirik pasar filipina hingga amerika.
LombokPost – Buah Kakao unik milik Jabat Manjulu ini cukup populer sehingga membuatnya dilirik pasar luar negeri.

Nama Jabat Manjulu, sudah cukup populer di Lombok Utara. Bukan politisi, dia adalah petani sekaligus pengusaha buah yang sebelumnya sukses membudidayakan durian musang king.

Kini dia membuat gebrakan baru, di tengah kebun campuran seluas tujuh hektare di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, muncul sebuah varietas cokelat (kakao) lokal yang tak biasa.

Varietas unggul itu dikenal dengan nama Ijo Kajuman. Bibit lokal berusia 37 tahun yang memiliki ukuran biji tak wajar, produktivitas stabil, dan ketahanan sulit ditandingi varian modern.

Jabat adalah penemunya. Dia memulai semua ini dari rasa penasaran sederhana di kebun warisan orang tuanya. Pada suatu hari, ia melihat biji-biji cokelat yang sedang dijemur tampak jauh lebih besar dari biji-biji lainnya.

“Awalnya cuma lihat beberapa biji beda sendiri. Pas bandingkan sama yang lain, ukuran dan beratnya jauh berbeda,” tutur Jabat.

Rasa penasaran membawa Jabat menelusuri kebun campurannya. Setelah mencoba beragam metode pengamatan, ia akhirnya menemukan sumber biji jumbo tersebut. Satu pohon tunggal yang ditanam dari bibit proyek Bantuan Presiden (Banpres) era Suharto pada Januari 1988.

“Setelah beberapa kali coba, ketemu satu pohon. Ya itu dia sekarang. Usianya 37 tahun, masih sehat dan produktif,” katanya bangga.

Pada masa itu, bibit cokelat Banpres tidak dianggap menjanjikan. Banyak petani menanamnya secara naluriah tanpa pendampingan. Tak heran, variasi buahnya beragam, namun pohon Ijo Kajuman selalu mencolok.

Dari sinilah Jabat mulai bereksperimen. Dia menyambung pucuk untuk memperbanyak varietas unggul ini, berdasarkan pengamatan kasat mata. Keunggulan paling mencolok Ijo Kajuman adalah efisiensinya.

Umumnya, dibutuhkan 15-20 buah cokelat untuk menghasilkan 1 kilogram biji kering. Namun, Ijo Kajuman hanya membutuhkan sekitar sepuluh buah untuk mencapai bobot yang sama.

Varian jumbonya bahkan lebih ekstrem. Delapan hingga sembilan buah sudah cukup menghasilkan 1 kilogram biji kering. Angka produktivitas ini membuat banyak petani dari daerah lain seperti Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Semarang penasaran.

“Petani Sulawesi bilang cokelat mereka manja. Harus dipupuk terus, tapi umurnya tidak sepanjang cokelat kita,” ujarnya sumringah.

Meski Ijo Kajuman rentan terhadap penyakit, Jabat mengatakan penanganannya mudah. Cukup dioles atau disemprot pupuk sekali.

Kini, permintaan bibit dan hasil Ijo Kajuman datang dari seluruh Pulau Lombok, Bali, bahkan luar negeri. Ada dari Amerika, Malaysia, hingga Filipina yang mencoba menghubungi, dan eksportir menanyakan kapasitas produksi.

“Saya jujur saja bilang, produksinya belum sebanyak kebutuhan mereka. Mungkin dua sampai tiga tahun lagi baru siap,” sebutnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Jabat Manjulu #filipina #unik #amerika #kakao #Ijo Kajuman #pasar luar negeri #Lombok Utara