LombokPost - Menjelang tutup tahun, pemerintah kembali menyoroti peran strategis e-commerce dalam menjaga daya beli sekaligus memperluas pasar produk lokal ke mancanegara.
Momen kampanye belanja besar seperti 12.12, Gajian Sale, dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) disebut mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Tahun ini, Harbolnas ditargetkan Rp 35 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai platform digital kini menjadi pendorong utama UMKM menembus pasar global. “Ekosistem perdagangan digital yang inklusif dan kompetitif akan memperkuat posisi produk Indonesia di kancah internasional,” ujarnya di Jakarta Rabu (3/12)
Akses Global Makin Terbuka
Daya dorong e-commerce tercermin dalam data BPS. Transaksi digital kuartal III 2025 tumbuh 6,19 persen secara kuartalan. Pada periode yang sama, ekspor barang dan jasa meningkat 9,91 persen YoY. Artinya, akses pasar global bagi produk lokal semakin terbuka.
“Apalagi nilai ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan menembus USD 600 miliar pada 2030,” imbuhnya.
Diikuti Lebih dari Seribu Pelaku Usaha
Asosiasi e-commerce Indonesia (iDEA) optimistis momen belanja daring akhir tahun akan mempercepat UMKM naik kelas, sekaligus meningkatkan kebanggaan pada produk dalam negeri. Ketua Umum iDEA Hilmi Adrianto menyampaikan Harbolnas terus berkembang dalam 13 tahun penyelenggaraan. “Kami hadir dengan kolaborasi yang semakin kuat,” ujarnya.
Stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,04 persen pada kuartal ketiga 2025 disebut menjadi fondasi optimisme pelaku usaha digital. Lebih dari 1.000 pelaku usaha digital terlibat dalam Harbolnas tahun ini. Hilmi menyebut transaksi dalam ajang tersebut rata-rata tumbuh 30 persen setiap tahun.
“Harbolnas menjadi lokomotif dalam peningkatan daya beli masyarakat serta penguatan ekosistem digital nasional,” katanya.
Selain itu, promo diskon serentak di akhir tahun dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga lebih terjangkau.
Sumbang 30 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 35 triliun dan menyumbang hingga 30 persen total transaksi e-commerce sepanjang tahun.
Airlangga menambahkan, dorongan konsumsi akhir tahun juga datang dari berbagai program seperti EPIC Sale dan kampanye Belanja di Indonesia Saja. “Target spending Desember Rp 120 triliun. Harapannya ini mengungkit pembelian produk lokal,” imbuhnya.
Tren Transaksi Hari Belanja Online Nasional Periode 2020-2024
Tahun Transaksi
2020 Rp 11,6 triliun
2021 Rp 18,1 triliun
2022 Rp 22,7 triliun
2023 Rp 25,7 triliun
2024 Rp 31,2 triliun
Sumber : idEA (agf/dio/JPG/r3)
Editor : Pujo Nugroho